Polisi Mungkin Tak Lanjutkan Proses Hukum Ibu Bayi Calista

Estimasi Baca :

Ilustrasi bayi yang baru dilahirkan. Foto: Pixabay - Kriminologi.id
Ilustrasi bayi yang baru dilahirkan. Foto: Pixabay

Kriminologi.id - Kepolisian tengah mempertimbangkan penyelesaian di luar hukum terkait kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Sinta Noviana terhadap anak kandungnya yang masih bayi bernama Calista. Santi saat ini telah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Karawang.

"Jadi di Polri ada diskresi dan restorative justice. Restorative justice itu kami mengambil langkah penyelesaian di luar pengadilan," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Jakarta, Senin, 26 Maret 2018.

Setyo mengigatkan bahwa kasus penganiayaan bayi Calista sampai ke pihak kepolisian bukan berasal dari laporan masyarakat, melainkan merupakan hasil dari temuan Polri sendiri.

Polisi yang menemukan kasus ini dan kemudian melakukan penyelidikan.

"Ketika ini diproses, selanjutnya ternyata dilihat kondisi ibunya, anaknya satu lagi memerlukan bimbingan orang tua, sedangkan nanti tidak ada bimbingan jika orang tua masuk penjara. Jadi pertimbangan-pertimbangan itulah," kata Setyo

Setyo meminta masyarakat untuk bisa memahami bahwa pihak kepolisian akan melihat inti dari kasus ini tak hanya soal kepastian hukum, tetapi untuk sesuatu kepentingan yang lebih besar.

"Kalau diskresi kami bisa memutuskan kepentingan yang lebih besar. Kedua, kami menegakan hukum tanpa melanggar hukum. Mohon sabar karena masih proses," ujar Setyo.

Sementara itu pandangan berbeda dikatakan Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Reza Indragiri, terobosan hukum yang dilakukan Polisi atas kasus itu merupakan sisi humanis Kapolres Karawang. Hal itu juga merupakan paras modern Polri dewasa ini. 
 
"Langkah hukum atas Sinta, ibu kandung Calista, sepatutnya dapat memunculkan dua ragam efek jera," katanya dalam keterangan tertulisnya kepada Kriminologi.id, Senin, 26 Maret 2018.

Efek jera langsung, menurut dia, adalah agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya. Sementara Efek jera tak langsung, tepatnya disebut efek tangkal, adalah agar masyarakat tidak meniru perbuatan pelaku. 

"Dalam konteks ini, LPAI sangsi bahwa penanganan di luar jalur pengadilan atas Sinta akan dapat memenuhi efek jera sekaligus efek tangkal tersebut," ujar Reza.

Ia menilai, menjadikan kesulitan ekonomi sebagai faktor penggugur proses pidana atas diri pelaku berisiko disalahartikan masyarakat. Sebab hal itu dapat dinilai dispensasi hukum seolah berlaku bagi masyarakat tertentu. 

Dalam nalar kejahatan sebagai solusi, ia menambahkan, sangat sulit dipahami kesulitan ekonomi justru tidak berlanjut dengan kejahatan ekonomi sebagai 'jalan keluar' atas masalah hidup pelaku tersebut. 

"Kesulitan ekonomi yang dikompensasi dengan tindakan penganiayaan bayi merupakan bentuk perendahan harkat kemuliaan manusia oleh orang yang dianggap sebagai figur terdekat atas darah dagingnya sendiri," kata Reza menegaskan.

Diberitakan sebelumnya, bayi Calista yang masih berusia 1 tahun 3 bulan dianiaya Sinta hingga tewas pada Minggu, 25 Maret 2018. Calista meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami koma selama 15 hari di RSUD Karawang, Jawa Barat. RZ

Baca Selengkapnya

Home Renata Anak Polisi Mungkin Tak Lanjutkan Proses Hukum Ibu Bayi Calista

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu