Gedung Apartemen Kalibata City. Foto: Rizky Aditya/Kriminologi.id

Prostitusi Anak Kalibata City, ECPAT: Ada Banyak di Apartemen Lain

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Ags 2018 11:51:08 WIB

Kriminologi.id - Kasus prostitusi anak di apartemen yang diungkap aparat Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu tak hanya terjadi di apartemen Kalibata City. Pihak apartemen yang dinilai tutup mata membuat sejumlah apartemen dipakai tempat yang aman untuk menjalankan eksploitasi komersial seksual anak.

End Child Prostitution, Child Pornography & Trafficking of Children For Sexual Purposes (ECPAT) yang bergerak dalam penghentian eksploitasi seksual komersial anak (ESKA), menyatakan, kasus tersebut tak hanya terjadi di Apartemen Kalibata City.

“Hampir banyak apartemen bisa ditemui, kasus-kasus seperti ada banyak apartemen lain. Apartemen harus punya kebijakan terkait perlindungan anak,” ujar Andy Ardian, program manager ECPAT Indonesia, kepada Kriminologi.id melalui sambungan telepon, Jumat, 10 Agustus 2018.

Menurut Andi, pihak pengelola apartemen tidak boleh menutup mata terkait praktik tersebut. Mereka juga harus memiliki kebijakan melawan hal itu.

“Apakah ada petugas yang terlibat. Sekuriti yang punya akses ke semua lantai, pengelola apartemen tidak boleh tutup mata,” kata Andi.

Andi juga menyoroti kesadaran warga yang tinggal di apartemen Kalibata City terkait maraknya praktik prostitusi yang melibatkan anak di apartemen itu.

“Kalo di Kalibata City masyarakat sudah mulai bertindak. Kalo resah melapor ke pihak terkait. Harus semua lini harus bertindak,” kata Andi menambahkan.

Sementara itu Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, menuturkan kasus tersebut hanya mengulang beberapa tahun lalu dan selalu berpindah-pindah lokasi.

“Kasusnya juga terjadi di Kalibata Mall, yang sebelumhya terjadi di rumah kos, rumah kos ditangani mereka pindah ke mal, lalu mereka pindah ke apartemen,” kata Arist melalui sambungan telepon.

Menurut Arist prostitusi online di Kalibata City tidak ditangani secara baik. Namun pihaknya mengapresiasi pengungkapan kasus tersebut.

“Saya juga mengapresiasi, tapi jangan berhenti menangkap mucikari, besok lagi terjadi di Kalibata Mall. Ini adalah langkah terakhir untuk menghentikan kasus-kasus eksploitasi yang melibatkan anak,” kata Arist.

Diberitakan sebelumnya, prostitusi anak di apartemen Kalibata City terungkap saat petugas Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan di Tower Flambuyan lantai 21 pada 2 Agustus 2018 lalu.

Dalam penindakan yang berlangsung pada malam hari sekitar pukul 11.00 WIB itu, sebanyak 32 orang yang terdiri dari 17 PSK dan 15 pelanggan diamankan.

Dari 32 orang yang diamankan petugas kepolisian itu, 3 orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka yaitu dua orang pria berinisial T dan SBR sebagai penyedia unit yang disewakan, dan perempuan inisial R yang berperan sebagai muncikari. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500