Gedung Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan. Foto: Rohmayanti/Kriminologi.id

Prostitusi Kalibata City, KPAI: Ada Kerja Sama Pihak Dalam dan Luar

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 18:05:38 WIB

Kriminologi.id - Polisi kembali membongkar praktik porstitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Dari 32 pekerja seks komersial (PSK) yang disediakan pelaku, terdapat 5 orang berstatus anak di bawah umur. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut pengelola apartemen Kalibata City membiarkan praktik tersebut terjadi.

Temuan KPAI menyebutkan, salah satu faktor langgengnya porstitusi di Kalibata City tak lepas dari peran pengelola apartemen. Menurutnya pengelola apartemen seharusnya membiarkan pihak KPAI memantau praktek porstitusi di apartemen tersebut.

"Sekuritinya, kan bagian aparat di sana. Seharusnya semua sudah tahu hal itu. Karena aksesnya tidak bisa semua orang. Kita aja KPAI yang punya kartu ID tetap ditanya sama mereka, 'maaf bu dijemput siapa, ada keperluan apa', bayangkan saja sampai seperti itu," kata Ai Maryatai Solihah, Komisioner KPAI Bidang Trafficking dan Eksploitasi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018.

Ai mengatakan, pihaknya akan lebih fokus mencegah porstitusi anak di Kalibata City. Dia berpendapat, porstitusi anak di Kalibata City tak lepas dari kerja sama pelaku, baik dari dalam maupun luar.

"Termasuk misalnya persoalan ada anak-anak kok bisa masuk, aksesnya seperti apa? Tidak mungkin mereka bisa masuk kalau tidak ada penghuninya yang memang menjemput ke bawah dan mengantar ke kamar yang sudah disediakan," ujar Ai.

Ai menambahkan, sebelum praktek porstitusi diungkap polisi, KPAI telah menerima aduan dari 13 RT di Kalibata City. Ai menyebut, laporan tersebut karena keresahan penghuni dengan adanya praktek porstitusi.

"Kami menerima 13 RT yang melaporkan. Bayangkan, dari 18 tower dengan 13 ribu unit di dalamnya ternyata terjadi sindikat perdagangan anak untuk dilibatkan prostitusi. Ini kan memprihatinkan untuk Kalibata City," tutur Ai.

Sebelumnya, Tim Subdit Renakta Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya membekuk tiga pelaku penyedia layanan prostitusi online dan Pekerja Seks Komersial atau PSK yang melibatkan anak di bawah umur. Para pelaku memasarkan lima anak perempuan untuk menjalankan aksi prostitusinya di Apartemen Kalibata City.

Ketiga pelaku tersebut, kata Ade, yakni SBR alias Obay, TM alias Oncom, serta 1 orang perempuan berinisial RMV. Ketiganya memiliki peran masing-masing saat menjalankan layanan prostitusi tersebut.

Salah satu pelaku berinisial SBR, kata Ade, menggunakan aplikasi Beetalk dan Wechat untuk menawarkan layanan prostitusinya secara online.

Selama menggunakan kedua aplikasi tersebut, kata Ade, pelaku SBR kerap menyamar sebagai perempuan dengan menggunakan foto perempuan. Harga yang ia tawarkan yakni dengan tarif Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta rupiah. MG

Reporter: Erwin Maulana
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500