Ilustrasi baby sitter. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

PRT Bunuh Anak Majikan, KPAI: Ibu Harus Tahu Keahlian Calon Pekerja

Estimasi Baca:
Kamis, 2 Ags 2018 16:30:49 WIB

Kriminologi.id - Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI mengimbau orang tua yang ingin mempekerjakan pekerja rumah tangga atau pengasuh anak harus mengetahui keahlian calon pekerja. Pernyataan KPAI tersebut menanggapi kasus tewasnya balita 3 tahun oleh pekerja rumah tangga bernama Sani (29) Desa Cikande, Serang, Banten.

"Harus diketahui profil PRT. Untuk mengetahui apakah PRT itu pernah melakukan kekerasan pada anak, atau mungkin mengetahui skill dia mengasuh,” kata Jasra Putra, Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak.

Menurut informasi yang diterima pihak KPAI, awalnya orang tua korban mengambil dan mempekerjakan pelaku penganiayaan di rumah tersebut untuk menyelesaikan pekerjaan rumah.

Jasra juga menjelaskan, mengurus rumah tangga dengan mengurus anak sangat jauh berbeda. Untuk mengurus anak, kata Jasra, orang harus mempunyai kasih sayang dia harus mengerti dengan kondisi psikologi anak. 

“Anak ini kebiasaannya apa? Jam tertentu harus apa? Apalagi kalo kita lihat 3 hari belakangan rewel maka PRT itu harus memahami anak. apalagi PRT kita kan banyak putus sekolah. Bahkan kita temukan PRT ini anak juga. Maka kita lihat pemerintah harus memperhatikan ini,” kata Jasra.

Terkait dengan kepengawasan anak selama ditinggal orang tua bekerja, Jasra menjelaskan, orang tua harus memperhatikan anak tersebut dalam pengawasan PRT.

“Harus ada orang terdekat yang mengawasi anak. Apa tetangga orang tua yang bisa mengecek anak ketika ditingal kerja. Atau sekarang sudah canggih bisa menggunakan teleconfererence. Ya itu bagian dari pengawasan kita. Ini solusi jangka pendek yang bisa kita lakukan,” ujar Jasra.

KPAI juga menilai tewasnya balita 3 tahun oleh PRT tersebut dipicu karena tidak adanya standarisasi PRT. Namun konsekuensi dari standarisasi itu, keluarga akan merogoh kocek lebih lebih dalam karena gaji PRT akan sesuai UMP (upah minimum provinsi). Namun KPAI menegaskan, untuk perlindungan anak dan kenyamanan mereka harus dilakukan.

Diberitakan sebelumnya, pembunuhan dilakukan Pekerja Rumah Tangga atau PRT bernama Sani (29) terhadap balita berusia 3 tahun Desa Cikande, Serang, Banten, Selasa, 31 Juli 2018. Pelaku bukan hanya semata-mata emosi melihat anak majikannya yang rewel dan tak bisa tidur. 

Penganiayaan hingga berujung kematian ini dilakukan Sani karena dendam terhadap majikan yang melarang dirinya berpacaran. Larangan itu membuat Sani sakit hati.

Pelaku memukul anak majikannya di bagian rahang sebanyak satu kali. Kemudian, PRT itu kembali menganiaya korban di bagian lengan kanan korban dan berujung dimasukkan ke dalam ember berisi air dalam posisi kaki berada di atas alias terbalik. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500