Wanita berbaju merah, pelaku penenggelaman bayi majikannya. Foto: Ist/Kriminologi.id

PRT Bunuh Balita Majikannya di Cikande, Kepala Tenggelam Dalam Ember

Estimasi Baca:
Rabu, 1 Ags 2018 16:40:02 WIB

Kriminologi.id - Balita berusia tiga tahun bernama Ratifah Rafsani Ahmad ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar mandi rumahnya, Selasa, 31 Juli 2018 malam. 

Ratifah tewas di kamar mandi rumahnya di Perum Griya Asri Cluster Mahoni B 14 No 30, Desa/Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Kondisi mayat itu ditemukan dengan luka lebam di leher dan posisinya mengerikan. 

Balita itu tenggelam di dalam ember dengan kepala di bawah dan kaki di atas. Adalah Sani (29), pekerja rumah tangga atau PRT yang membunuh balita majikannya itu.

Warga Kampung Pabuaran, Desa/Kecamatan Cikande ini ditangkap di tempat persembunyiannya di Kampung Baluk, Desa Nambo Ilir, Kecamatan Cikande, Rabu, 1 Agustus 2018 dini hari. 

Penemuan balita itu berawal saat Sutihati tiba di rumahnya sepulang kerja di pabrik sepatu PT Nikomas, Cikande. Sampai di rumah, Sutihati kaget karena rumah dalam keadaan sepi. 

Ia mengecek ke dalam rumah tak ada siapapun, termasuk pembantu rumah tangga yang mengasuh anaknya. Kemudian Sutihati masuk ke kamar mandi dengan tujuan mencuci kaki.

Begitu pintu kamar mandi dibuka, Sutihati terperanjat. Ia menemukan anaknya tewas tenggelam di dalam ember. 

"Ia melihat anaknya sudah ditenggelamkan di dalam ember dengan air seperempat," ujar Kanit Reskrim Polsek Cikande, Iptu Dadang, Rabu, 1 Agustus 2018. 

Dadang menjelaskan dalam kondisi panik, ibu balita itu berteriak hingga warga sekitar berdatangan. Lalu sebagian warga melaporkan ke polsek. Polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP. 

Sedangkan mayat balita tersebut pun dilakukan pemeriksaan luar oleh petugas forensik dari RSUD dr Drajat Prawiranegara yang datang ke lokasi.

Polisi masih belum bisa menjelaskan kronologis ataupun motif di balik kasus penganiayaan balita tersebut dikarenakan tersangka masih dalam pemeriksaan intensif.

Reporter: Rohmayanti Adhe
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500