Ilustrasi pembunuhan/ Tribratanews

Rekonstruksi Ungkap Remaja 17 Tahun Otaki Pembunuhan Sepasang Lansia

Estimasi Baca:
Rabu, 23 Mei 2018 15:05:43 WIB

Kriminologi.id - Penyidik Kepolisian Resor Rejang Lebong melakukan rekonstruksi adegan kasus pencurian disertai dengan pembunuhan sepasang suami istri lanjut usia. Dari lima tersangka, empat orang di antaranya tercatat masih anak di bawah umur. Dalam rekonstruksi itu diketahui otak pelaku ialah tersangka RA yang masih berusia 17 tahun.

Kasat Reskrim Polres Rejang Leboh AKP Jery Antonius Nainggolan mengatakan, dalam rekonstruksi ini, petugas mencatat ada 28 adegan yang dilakukan oleh kelima tersangka pembunuhan terhadap Sallani (75) dan Hazima (70), warga dari Desa Cawang Lama, Kecamatan Selupu Rejang, Bengkulu.

"Rekonstruksi ini kami lakukan untuk mengetahui runtut kasus pembunuhan pasangan suami isteri ini, dimana dari 28 adegan yang dilakukan lima tersangka, kami ketahui otak pelakunya ialah tersangka RA," kata Jery menegaskan pada Selasa, 22 Mei 2018.

Jery menyebutkan kelima pelaku pembunuhan tersebut adalah RA (17) warga Desa Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur. Ia pelajar SMA di Rejang Lebong, BI (14) warga Kelurahan Kepala Siring, Kecamatan Curup Tengah, RAR (14) warga Kelurahan Talang Rimbo Baru, Kecamatan Curup Tengah, DH (13) warga Kecamatan Curup Utara, dan GE (18) warga Kelurahan Kepala Siring, Kecamatan Curup Tengah.

Reka adegan ini berlangsung di ruangan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Rejang Lebong, pada Selasa, 22 Mei 2018. 

Pihak yang menyaksikan rekonstruksi pembunuhan sadis ini, kata Jery, terdiri dari Polres Rejang Lebong, Polsek Curup, Kejari Rejang Lebong, penasehat hukum lima tersangka, petugas Dinas Sosial setempat, pihak keluarga korban dan orang tua pelaku.

Jery menambahkan berkas pemeriksaan atas pembunuhan ini dibagi duga, satu berkas untuk pelaku anak-anak, dan satu berkas lagi untuk tersangka dewasa.

"Berkas untuk empat tersangka anak-anak akan segera kami limpahkan ke Kejari Rejang Lebong, karena masih berusia anak-anak sehingga peradilan yang digunakan ialah peradilan anak," kata Jery.

Atas kasus tersebut, petugas mengganjar para pelaku dengan pasal 340 KUHP junto pasal 55 KUHP subsider pasal 338 KUHP junto pasal 55 KUHP dan pasal 365 ayat 4 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Kasus pembunuhan terhadap Sallani (75) dan Hazima (70) terjadi pada pada Selasa 12 Desember 2017. Pembunuhan dan pencurian itu berawal dari RA yang sakit hati kepada kedua korban.

Kedua korban kerap memperingatkan RA agar tidak menghisap lem. RA lalu merencanakan pencurian di warung tempat kedua korban tinggal. Pelaku RA mengajak empat tersangka lainnya untuk mencuri dan berakhir pada pembunuhan di Desa Cawang Lama Kecamatan Selupu Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.

Selain itu tersangka jgua mengambil barang-barang berharga milik korban seperti uang tunai Rp 1 juta yang ada di meja warung, uang Rp 500 ribu dari saku Hazima dan cincin yang dipakai Hazima. AS

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500