Remaja Penghina Jokowi Terancam 6 Tahun Bui, Ini Pesan KPAI ke Polisi

Estimasi Baca :

Ketua KPAI Susanto memberikan keterangan kepada awak media di kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (28/05/2018). Foto: Walda Marison/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ketua KPAI Susanto memberikan keterangan kepada awak media di kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (28/05/2018). Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pihak kepolisian menggunakan Undang-Undang (UU) Sistem Peradilan Pidana Anak (SPAA) sebagai instrumen dalam menindak anak yang masih di bawah umur.

Hal itu disampaikan KPAI terkait pasal yang dikenakan kepada RJT, remaja yang menghina plus mengancam membunuh Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Polda Metro Jaya menjerat RJT dengan Pasal 27 ayat 4 Jo pasal 45 UU ITE dengan ancaman enam tahun penjara.

Menurut Ketua KPAI, Susanto, setiap anak yang dikenai pidana dengan ancaman hukuman di bawah 7 tahun berdasarkan UU SPAA memiliki kekhususan ditangani dengan jalur Diversi.

"KPAI mendorong agar diselesaikan melalui jalur Diversi dengan menitikberatkan kepada upaya keluarga melakukan pembinaan kepada anak agar tidak melakukan perbuatan tersebut," katanya di Gedung KPAI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 28 Mei 2018.

Perlu diketahui, sesuai Pasal 1 ayat 7 UU 11/2012, Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Susuanto menjelaskan, motif yang dilakukan RJT (16) hanya sebatas ingin mencari pengakuan dari teman-temanya. Perilaku mencari pengakuan dan jati diri memang kerap dialami remaja seumruan RJT pada umumnya.

"Dampak perbuatan tersebut sering tidak diperhitungkan karena dorongan emosional lebih dominan dibanding dengan berfikir logis," ujarnya.

RJT, remaja penghina Presiden RI Joko Widodo. Foto: Ist/Kriminologi.id
RJT, remaja penghina Presiden RI Joko Widodo. Foto: Ist/Kriminologi.id

Namun, ia mengakui jika perbuatan tersebut tidak layak untuk dilakukan anak remaja, terlebih dengan alasan gurauan belaka.

"Perbuatan seperti tidak patut dilakukan meskipun motifnya candaan. Ini tentu tidak boleh dintoleransi. Biarkan proses hukum berlangsung melalui UU SPAA yang berlaku," kata Susanto.

Hingga saat ini, pihak Polda Metro telah mindahkan RJT ke Panti Sosial Marsudi Putra Handayani bersama anak anak lain yang bermasalah dengan hukum.

"Anak itu tidak ditahan tapi hanya ditempatkan di tempat anak yang berhadapan dengan hukum sesuai dengan Pasal 32:2 UU No 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak," ujar abid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 25 Mei 2018.

Sebelumnya, RJT sudah diperiksa pihak Direskrimum Polda Metro Jaya pada Rabu, 23 Mei 2018. Ia diperiksa terkait video dirinya yang menghina Presiden Joko Widodo.

Dalam video yang diperoleh Kriminologi.id dari pengguna akun Facebook bernama Eris Riswandi, tampak seorang pemuda berkamacata sambil bertelanjang dada mengeluarkan kata-kata kasar bernada ancaman pembunuhan dengan cara bakal menembak Presiden Jokowi di bagian kepala.

“Gua tembak kepalanya. Gua pasung kepalanya. Liat nih. Ini kacung gua nih. Dia kacung gua. Gua pasung kepalanya. Liat mukanya tuh. Jokowi gila. Gua bakar rumahnya. Presiden, gua tantang lu, cari gua 24 jam, lu ngga nemuin gue, gue yang menang. Salam Jordani," kata pemuda tersebut sembari memegang bingkai foto Presiden Jokowi sambil menunjuk-nunjuk wajahnya.  DM

Baca Selengkapnya

Home Renata Anak Remaja Penghina Jokowi Terancam 6 Tahun Bui, Ini Pesan KPAI ke Polisi

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu