Kediaman RJT, remaja penghina Presiden Joko Widodo di Perumahan Puri Kencana, Kembangan, Jakarta Barat. Foto" Rizky Adytia/Kriminologi.id

Remaja Penghina Presiden, KPAI: Yang Dilakukan Bukan Inisiatif Pribadi

Estimasi Baca:
Kamis, 24 Mei 2018 19:20:15 WIB

Kriminologi.id - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI, Susanto menyampaikan bahwa pihaknya yakin Presiden Joko Widodo akan memaafkan RJT (16), anak yang menghina dan mengancam akan membunuhnya melalui video yang viral di media sosial. 

Susanto juga mengatakan, dirinya merasa yakin Presiden Joko Widodo akan memberikan ampunan seandainya pihaknya tidak membantu mediasi. 

"Tanpa dimediasi, saya yakin Presiden Joko Widodo akan memaafkan ananda RJ, karena yang dilakukan bukan atas inisiatif pribadinya. Toh, yang dia lakukan hanya lucu-lucuan bersama 5 orang temannya. Jadi saya yakin bapak Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan akan memaafkan anak ini," ujar Susanto di Gedung Balai Polda Metro Jaya, Kamis, 24 Mei 2018.

Susanto menambahkan, tidak perlu adanya pemberian sanksi administratif atau sanksi sosial untuk menimbulkan efek jera bagi RJT.

"Saya kira sanksi berupa permintaan maaf ke publik itu merupakan sanksi yang sudah tepat dan proporsional. Karena, kalau tidak disampaikan secara terbuka ke publik, saya khawatir anak lain melakukan hal yang sama. Hemat kami, sanksi sosial sudah proporsional bagi ananda RJ," imbuh Susanto.

Oleh karena itu, untuk mendalami kasus tersebut lebih dalam, pihak KPAI merencanakan untuk melakukan analisa terhadap Royson.

"Assesment sih sedang berproses ya. Tapi kami tadi sudah untuk mengetahui lebih jauh. Pertama, saya temui anaknya seperti apa, saya ingin mengetahui motifnya. Kedua, kami tanyai kenapa dia lakukan itu. Ketiga, dia melakukan itu  atas kesadaran sendiri atau tidak, dan ternyata atas dorongan teman-temannya," kata Susanto menambahkan.

Oleh karena itu, menurut Susanto pihaknya harus proporsional dalam kasus ini. Dia juga yakin Presiden Joko Widodo juga akan memaafkan perilaku anak tersebut. AS

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500