Keluarga korban malapraktik di PN Tangerang. (11/7/2018). Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

RS Omni Duga Anak Kembar Jualiana Buta Karena Lahir Prematur

Estimasi Baca:
Rabu, 11 Jul 2018 21:50:22 WIB

Kriminologi.id - Kuasa hukum RS Omni, Alam Sutra, Tangerang Harry Sitorus menduga, salah satu penyebab Jared Christopel (10) buta permanen karena terlahir prematur. Ia membantah pelayanan di RS Omni yang menyababkan anak kembar milik Juliana berusia 10 tabun itu buta permanen.

"Salah satunya itu (lahir prematur) dan kita sudah melakukan sesuai SOP," katanya di Pengadilan Negeri (PN) Tanggerang, Rabu 11 Juli 2018. 

Harry menjelaskan, perawatan selama 42 hari dalam inkubator untuk bayi prematur merupakan tindakan yang sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

"Itu sudah ilmu umum lah. Saya pikir rumah sakit mana juga SOP-nya seperti itu. Kalau prematur kan berarti ada yang enggak benar kan. Namanya juga prematur yang harusnya dia sembilan bulan, dia cuman tujuh bulan atau berapa. Makanya dimasukan ke dalam inkubator," ujarnya.

Harry pun enggan memberikan pendapat terkait kesaksian Wibisana, saksi dari pelapor yang dihadirkan dalam persidangan di PN Tanggerang hari ini.

"Belum bisa kasih keterangan lebih lanjut karena biarkan proses hukum berjalan, nanti kita lihat hasilnya seperti apa. Saya enggak mau mendahului pengadilan karena pihak kita merasa sudah melakukan secara SOP," katanya menegaskan.

Sebelumnya, Wibasana, kerabat Juliana Dharmadi mengungkapkan, Jared Christophel dan Jayden Christophel (10) sempat mendapatkan perawatan di inkubator selama 42 hari di Rumah Sakit Omni Alam Sutera, Tangerang.

Hal itu disampaikan dia saat menjadi saksi sidang perdata terkait dugaan malapraktik RS Omni Alam Sutra, Tangerang di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu, 11 Juli 2018.

Ilustrasi Malapraktik (28/06/2018). Ilustrasi: karlaw.com
Ilustrasi Malapraktik (28/06/2018). Ilustrasi: karlaw.com

Ia menjelaskan, dua anak kembar itu mendapat perawatan di ruang inkubator usai Juliana melahirkan. Selama dalam ruangan khusus itu, Jared dan Jayden memakai selang oksigen pada bagian mulut dan hidungnya.

Salah satu anggota hakim anggota kembali memastikan perihal dua anak kembar tersebut yang dirawat di inkubator.

"Jadi selama 42 hari di dalam inkubator?" tanya salah satu hakim anggota.

"Iya pak," jawab Wibisana.

Ia menceritakan, dua anak kembar Juliana lahir dalam kondisi prematur. Namun pria yang mengaku mengantar Juliana ke RS Omni Alam Sutra guna bersalin, tidak tahu persis berapa umur kandung temannya itu.

"Kamu tahu engak berapa umur kandungan ibu Juliana?" tanya salah satu hakim anggota lagi.

"Tidak tahu pak," kata Wibasana.

"Terus kamu tahu dari mana anaknya (lahir) prematur?" tanya hakim anggota lagi.

"Saya dikasih tahu setelah melahirkan," ujar Wibasana.

Kedua buah hati Juliana diketahui lahir pada 26 Mei 2008 di RS Omni, Alam Sutra, Tanggerang. Juliana menggugat pihak RS Omni karena diduga melakukan malapraktik yang mengakibatkan anaknya buta permanen.

 DM
KOMENTAR
500/500