Sebelum Buta Total, Dua Anak Kembar Juliana Sempat Diinkubator 42 Hari

Estimasi Baca :

Ilustrasi Malapraktik (28/06/2018). Ilustrasi: karlaw.com - Kriminologi.id
Ilustrasi Malapraktik (28/06/2018). Ilustrasi: karlaw.com

Kriminologi.id - Wibasana, kerabat Juliana Dharmadi mengungkapkan, Jared Christophel dan Jayden Christophel (10) sempat mendapatkan perawatan di inkubator selama 42 hari di Rumah Sakit Omni Alam Sutera, Tangerang.

Hal itu disampaikan dia saat menjadi saksi sidang perdata terkait dugaan malapraktik RS Omni Alam Sutra, Tangerang di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu, 11 Juli 2018.

Ia menjelaskan, dua anak kembar itu mendapat perawatan di ruang inkubator usai Juliana melahirkan. Selama dalam ruangan khusus itu, Jared dan Jayden memakai selang oksigen pada bagian mulut dan hidungnya.

Salah satu anggota hakim anggota kembali memastikan perihal dua anak kembar tersebut yang dirawat di inkubator.

"Jadi selama 42 hari di dalam inkubator?" tanya salah satu hakim anggota.

"Iya pak," jawab Wibisana.

Ia menceritakan, dua anak kembar Juliana lahir dalam kondisi prematur. Namun pria yang mengaku mengantar Juliana ke RS Omni Alam Sutra guna bersalin, tidak tahu persis berapa umur kandung temannya itu.

"Kamu tahu engak berapa umur kandungan ibu Juliana?" tanya salah satu hakim anggota lagi.

"Tidak tahu pak," kata Wibasana.

"Terus kamu tahu dari mana anaknya (lahir) prematur?" tanya hakim anggota lagi.

"Saya dikasih tahu setelah melahirkan," ujar Wibasana.

Kedua buah hati Juliana diketahui lahir pada 26 Mei 2008 di RS Omni, Alam Sutra, Tanggerang. Juliana menggugat pihak RS Omni karena diduga melakukan malapraktik yang mengakibatkan anaknya buta permanen.

Keluarga korban malapraktik di PN Tangerang. (11/7/2018). Foto: Walda Marison/Kriminologi.id
Keluarga korban malapraktik di PN Tangerang. (11/7/2018). Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Jared diketahui mengalami kebutaan total dan Jayden mengalami mata silinder. Dalam persidangan perdata ini, pihak Juliana menggugat dua hal kepada RS Omni.

"Jadi saya menggugat dua hal, satu kepada RS Omni sebagai institusi karena saya membayar biaya kesehatan itu kepada Omni, dan saya menggugat Dr Ferdi sebagai tenaga praktisi sendiri," katanya sebelum mulai persidangan, Rabu 10 Juli 2018.

Juliana mengatakan, saat proses persalinan di RS Omni pada 2008, ia harus membayar uang sebesar Rp 250 juta.

"Hampir 250 an (juta) itu waktu tahun 2008. Dan itu yang saya bayar harga ICU. Dari lahir sampai pulang itu harga Micu, Micu tahukan? ICU anak. Saya menunjukan kepada Omni bahwa saya sebagai orang tua itu mampu membayar," ujarnya.

Alasan Julaina menggugat DR Ferdi, karena penangan bayi usai melahirkan seharusnya menjadi tanggung jawab dokter anak tersebut.

"Karena waktu dilahirkan prosesnya sebagai sepasang bayi kembar identik mereka sehat dan tidak ada indikasi ada cacat dari dalam kandungan saya. Nah, cacat kebutaan itu terjadi karena lepasnya syaraf retina akibat perawatan selama inkubator yang di mana pemakaian oksigen di inkubator sangat tinggi," lanjutnya.

Tingginya suhu pemasangan di inkubator ini menurut Juliana merupakan tanggung jawab dari Dr Ferdi.

Ia berharap gugatanya kali ini dapat memenuhi haknya sebagai pihak yang dirugikan RS Omni Alam Sutra. Sebelumnya pihak Juliana pernah melaporkan perkara ini ke Polda Metro Jaya, namun berakhir dengan SP3. DM

Baca Selengkapnya

Home Renata Anak Sebelum Buta Total, Dua Anak Kembar Juliana Sempat Diinkubator 42 Hari

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu