Rumah RA pelaku pembacokan di kediaman Wewen di Bandung, Jawa Barat. Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Sebelum Dianiaya, 2 Anak Korban Pembacokan Sempat Memohon Tak Disakiti

Estimasi Baca:
Kamis, 26 Apr 2018 13:18:18 WIB

Kriminologi.id - 2 anak korban pembacokan pada kasus perampokan rumah bos sayuran di Baleendah, Bandung sempat memohon kepada pelaku agar tidak disakiti. Namun permintaan ini tak dihiraukan pelaku yang tetap menganiaya dua anak yang ditinggal belanja orang tuanya itu. 

AD (13) dan Z (3) mengalami luka di bagian kepala akibat dianaiya perampok yang menyatroni rumahnya Kavling Nusa Indah, Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu, 25 April 2018 dini hari. 

Diketahui pelaku perampokan itu bernama RA, warga setempat yang ditangkap enam jam usai kejadian. Saat itu, AD dan Z ditinggal berbelanja sayuran oleh orang tuanya di rumah.

Kasat Reskrim Polres Bandung, AKP Firman Taufik, menuturkan semula sang anak sempat meminta kepada pelaku agar tidak dianiaya. Hanya saja, sang pelaku tetap saja menganiaya anak di bawah umur tersebut. 

"Tak ada belas kasihan dari pelaku, saat korban memohon jangan dibacok," ujar AKP Firman Taufik, Kamis, 26 April 2018. 

Firman menjelaskan, RA mengaku perbuatan itu dilakukan karena panik mendapatkan anak kecil terbangun saat dirinya beraksi. 

Karena panik itulah dirinya tega menganiaya anak tersebut. "Pengakuan pelaku panik melihat anak kecil bangun, lalu membacoknya," kata Firman.

Firman menjelaskan RA ditangkap dengan barang bukti televisi LCD, gas 3 kilogram dan alat kejahatannya yakni linggis. 

"Linggis ini selain untuk membuka pintu rumah korban, juga dilakukan untuk membacok anak kecil," paparnya.

Akibat perbuatannya, pelaku diancam dua pasal yakni, UU RI No 35 tahun 2014 pasal 80 tentang Perlindungan anak dan pasal 365 ayat 2 KUHPidana dengan hukuman penjara maksimal 12 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500