ilustrasi penganiayaan anak. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Sebelum Tewas Ambil Uang Lebaran, Anak di Malang Kerap Dianiaya Ibunya

Estimasi Baca:
Rabu, 20 Jun 2018 19:00:35 WIB

Kriminologi.id - Aksi penganiayaan terhadap bocah berinisial SA (8) di Dusun Tempur, Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur rupanya sudah biasa dilakukan tersangka yang tak lain adalah ibunya sendiri. Keterangan tersebut didapat petugas dari keterangan para saksi yakni tetangga tersangka.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda kepada Kriminologi.id mengatakan, korban kerap dianiaya ibu kandungnya. Saking seringnya SA dianiaya ibunya, tetangga menyangka penganiayaan yang terjadi pada Selasa, 19 Juni 2018 malam itu hanyalah kemarahan biasa.

"Anaknya ini suka dipukul. Mungkin, tetangga mengira itu marah biasa. Kemarin, anaknya minta tolong dan tetangga langsung melarikan ke rumah sakit," kata Adrian melalui sambungan teleponnya, Rabu, 20 Juni 2018.

Saat kejadian, ia menceritakan, di rumah hanya ada tersangka dan korban. Sementara, suami tersangka tidak tidak ada di rumah.

"Korban tinggal bertiga dengan ibu dan bapaknya. Yang ada saat itu hanya ibu dan anak. Suaminya jualan bakso di kecamatan lain," ujarnya. 

Adrian menjelaskan, pihaknya baru mengetahui kejadian tersebut setelah ada laporan dari tetangganya tentang penganiayaan di rumah tersebut. Laporan tersebut diterima pihaknya pada Rabu, 20 Juni 2018 sekitar pukul 04.00 dini hari. 

Atas laporan tersebut, petugas kemudian langsung menyusul korban ke RSUD Kepanjen. Saat melakukan pengecekan, petugas mendapati korban sudah meninggal dunia.

"Kami cek korban, dan dinyatakan jam setengah 2 saat dibawa ke rumah sakit korban sudah dalam keadaan tidak bernafas," kata Adrian.

Berdasarkan keterangan saksi yakni dari paman dan tetangganya, petugas mengetahui bahwa ketika terjadi penganiyaan terhadap korban, para tetangga tidak berani mendatangi rumah tersangka. 

Kemudian, diketahui pula bahwa korban sudah dianiaya tersangka sejak setelah magrib atau selepas pukul 18.00 WIB, Selasa, 19 Juni 2018. Bahkan, tetangga masih mendengar aksi penganiayaan itu hingga pukul 21.30 WIB.

Alasan tersangka melukai anaknya sendiri, kata Adrian berawal dari korban yang mengambil uang Rp 51 ribu untuk modal mudik ke Lamongan. Sebab, tersangka asal dari Lamongan.

Kepada petugas, tersangka sudah mengakui perbuatannya bahwa ia memukul korban dengan menggunakan gayung.

"Tersangka hanya bilang, kalau dia kalap dan memukul gayung ke kepalanya dan korban terjatuh terbentur, soalnya bibirnya juga luka," kata Adrian.

Adrian mengatakan, korban berusia 8 tahun itu belum bersekolah. Ia tinggal dengan ayah dan ibunya. Namun, saat kejadian berlangsung, sang ayah sedang berjualan bakso di kecamatan lain.

"Tersangka tidak bekerja dan suaminya jual bakso di kecamatan lain, agak jauh. Jadi mereka hanya tinggal bertiga," kata Adrian menambahkan.

Saat pemeriksaan terhadap korban, petugas menemukan luka-luka di sekujur tubuhnya, yakni di kaki, dada, dan pelipis sebelah kanan. Kini, korban masih menjalani proses visum di RS Saiful Anwar, Malang Kota, Jawa Timur.

Atas perbuatannya, petugas menjerat korban dengan Pasal 80 ayat 3 dan 4 UU No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU no 23 tahun 2002 perlindungan anak. Tersangka terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.
 

KOMENTAR
500/500