Pentas dangdut di Piyungan, Jawa Tengah (06/09/2018). Foto: Tribratanews

Senggolan Joged Dangdut, Polisi Pukul Anak di Bawah Umur Hingga Memar

Estimasi Baca:
Kamis, 6 Sep 2018 09:55:53 WIB

Kriminologi.id - Polisi memukul anak di bawah umur di pertunjukan orkes dangdut yang digelar di Lapangan Renteng, Desa Batuputih Laok, Sumenep, Madura. 

Dua anggota Polsek Batuputih, Sumenep memukul bocah di bawah umur akibat senggolan saat joged. Kedua anggota itu dilaporkan oleh Supriyadi, orang tua bocah dengan laporan polisi bernomor LP/248/IX/2018/JATIM/RES SMP. 

Adapun korban yang masih berusia 16 tahun itu berinisial MJK. Peristiwa pemukulan itu berawal saat MJK melihat pertunjukan orkes dangdut bersama temannya di Lapangan Renteng, Desa Batuputih Laok.

Saat menikmati musik dangdut, MJK dan teman-temannya ikut berjoget di depan panggung. Saat bergoyang mengiringi alunan musik dangdut itu sempat terjadi senggolan dengan pengunjung lain dan terjadi keributan. 

Menurut penuturan Supriyadi, saat itu anaknya dibawa jauh dari kerumunan orang-orang, kemudian ditendang dan dipukuli oleh oknum polisi berinisial SA dan FR.

"Anak saya ditendang FR ke wajah, hingga kena mata kiri. Kemudian SA memukul anak saya dengan tangan kanan hingga kena mata kanan," ungkap Supriyadi, Rabu (5/9/2018).

Tidak hanya itu, versi Supriyadi, anaknya juga diminta untuk duduk di selakangan SA, kemudian FR menendang dengan kaki kanan ke wajah anaknya. 

MJK juga diminta berdiri oleh SA dengan posisi lehernya diapit di bawah ketiak kirinya.

"Dalam posisi tidak berdaya dan tidak melawan, anak saya dipukuli bagian mukanya hingga memar. Ada dua orang yang mukuli anak saya," tutur Supriyadi.

Setelah dianiaya, MJK dibawa ke Polsek Batuputih. 

"Setelah mendengar anak saya dibawa ke Polsek, saya langsung datang untuk menjemputnya. Ternyata anak saya wajahnya memar-memar. Jadi anak saya kemudian saya bawa ke Puskesmas untuk dirawat," ucapnya.

Ia mengaku tidak terima dengan perlakuan dua oknum polisi tersebut. Karena itu, ia memilih melaporkan kasus dugaan penganiayaan tersebut ke Polres Sumenep. 

"Saya minta keadilan dan minta supaya dua oknum polisi itu segera di proses hukum," ujarnya.

Sementara Kasubbag Humas Polres Sumenep, Ipda Agus Suparno saat dikonfirmasi mengaku bahwa laporan dugaan penganiayaan itu tengah diproses. 

"Laporan warga Batuputih itu masih kami proses," tukasnya singkat. 

Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: beritajatim.com
KOMENTAR
500/500