Ilustrasi anak SD berkelahi. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Setop Kasus Penusukan Siswa SD, Kapolres Garut Pilih Diversi

Estimasi Baca:
Kamis, 26 Jul 2018 23:05:19 WIB

Kriminologi.id - Penyelidikan terhadap seorang siswa SD yakni HK (12) di Garut, Jawa Barat yang berkelahi dan menewaskan teman sebangkunya FN (12) dihentikan polisi. Hal ini dikatakan Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna, pada Kamis, 26 Juli 2018. Pihaknya akan mengajukan diversi atas kasus ini ke pengadilan.

"Hari ini kami akan lengkapi administrasinya (diversi)," kata Budi di Garut, Kamis, 26 Juli 2018.

Budi menuturkan, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, pihak keluarga dari kedua anak, dan lembaga hukum terkait untuk tidak melanjutkan perkara tersebut. Budi mengatakan, anak terduga penganiaya korban itu akan diserahkan kepada orang tuanya, namun tetap dalam pantauan polisi.

"Status anak tidak tersangka, perbuatan ini bukan disengaja, namun hanya membela diri," kata Budi.

Ia berharap, upaya kepolisian ini akan membuat anak tidak merasa tertekan. Ia khawatir akan mengganggu kondisi kejiwaannya.

"Secara psikologis membuat anak menjadi tertekan," kata Budi menambahkan.

Sebelumnya dua siswa SD kelas 6 yakni HK (12) dan FN (12) terlibat perkelahian yang dipicu tuduhan FN kepada HK karena telah menyembunyikan buku pelajaran. Usai pulang sekolah siswa SD HK menganiaya FN menggunakan gunting bekas pelajaran prakarya kesenian di sekolahnya.

Akibat dari perkelahian itu, siswa SD yakni FN mengalami luka di bagian kepala dan punggung. Meski korban FN sempat mendapat perawatan di puskesmas setempat dan di Rumah Sakit Garut sejak Sabtu, 21 Juli 2018 siang, namun keesokan harinya yakni pada Minggu, 22 Juli 2018 siang, ia meninggal dunia.

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500