Gedung Apartemen Kalibata City. Foto: Rizky Aditya/Kriminologi.id

Sindikat Prostitusi ABG di Kalibata City Kerap Berpindah Apartemen

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 17:28:27 WIB

Kriminologi.id - Prostitusi di kawasan Apartemen Kalibata tak pernah habis meskipun berulangkali digerebek aparat kepolisian. Sindikat prostitusi di apartemen itu diketahui tak pernah menetap dan selalu berpindah-pindah apartemen.

Kriminologi.id mendatangi apartemen Kalibata City yang berada di kawasan Jakarta Selatan, Kamis, 9 Agustus 2018. Dari keterangan salah seorang tokoh warga, Wewen, di apartemen itu para sindikat praktik prostitusi hanya menyewa unit apartemen secara bulanan.

Wewen menuturkan, dari infomasi yang diterimanya, beberapa sindikat prostitusi itu kerap berpindah unit apartemen di tower lain atau bahkan berpindah apartemen setelah penggerebekan terjadi.

"Saya dapat infomasi dari warga sini kalo mereka (sindikat prostitusi) suka berpindah-pindah unit atau tower. Jadi kalo di sini cuma sewa bulanan atau satu tahun. Kalo sudah habis pindah unit," kata Wenwen kepada Kriminolog.id, Kamis, 9 Agustus 2018.

Selain itu menurut Eri, Ketua RT 01/10 Tower Flamboyan, juga menyebut bahwa sindikat prostitusi di apartemen itu memiliki ciri-ciri yang sangat mudah dikenali. Salah satunya adalah unit apartemen yang ditinggali lebih dari satu orang dan biasanya anak muda.

Selain itu Eri menyebut, dirinya pernah melihat kehadiran sindikat itu di dekat unit apartemennya. Unit apartemen itu biasanya di singgahi dua atau tiga wanita dan sisanya laki-laki yang diduga sebagai mucikari. 

"Ciri-cirinya itu ditinggalin rame-rame terus paling berisik. Tidak jarang juga kalo keluar wanita dengan pakaian yang tidak pantas (seksi)," kata Eri.

Bahkan Eri menyebut, kerabatnya yang tinggal di salah satu unit apartemen di kawasan Depok, Jawa Barat, sempat bertetangga dengan beberapa orang yang diduga merupakan sindikat prostitusi.

Lantaran merasa penasaran, kerabat Eri tersebut menanyakan penyebab atau alasan mereka pindah yang kemudian dijawab bahwa alasannya adalah peraturan di apartemen Kalibata yang sedang ketat.

"Ada beberapa orang sebelumnya tinggal di apartemen Kalibata terus pindah ke apartemen di depok. Waktu ditanya alasannya mereka jawab kalo peraturan di apartemen Kalibata lagi ketat," kata Eri.

Diberitakan sebelumnya, tiga pelaku penyedia layanan prostitusi online terhadap yang melibatkan anak di bawah umur, diungkap aparat Polda Metro Jaya. Para pelaku memasarkan lima anak perempuan untuk menjalankan aksi prostitusinya di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Salah satu pelaku yang ditangkap dalam kasus tersebut yakni berinisial SBR. Dalam menjalankan aksinya menjajakan para PSK, SBR menggunakan aplikasi Beetalk dan Wechat.

Para pelaku menawarkan para PSK kepada lelaki hidung belang seharga Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta rupiah untuk satu orang PSK. AS

Reporter: Rizky Adytia
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500