Ilustrasi perkelahian siswa SD. Ilustrasi: Kriminologi.id

Siswa SD Berkelahi Hingga Tewas, FN Sempat Dirawat Satu Malam

Estimasi Baca:
Rabu, 25 Jul 2018 12:30:35 WIB

Kriminologi.id - Korban perkelahian sesama murid Sekolah Dasar, FN (12) yang tewas akibat luka di kepala di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Korban sempat dirawat satu malam.

Ujang Sugandi, komite sekolah tempat F bersekolah yang juga saksi mata dalam peristiwa itu mengatakan, pada Sabtu, 21 Juli 2018, korban sempat dibawa ke rumah sakit Garut untuk menjalani perawatan.

"Setelah dari Puskesmas pembantu Sabtu siang, FN dirujuk ke RS Garut. Dapat satu malam, sampe Minggu pagi pulang," kata Ujang, Rabu, 25 Juli 2018.

Ujang juga menambahkan, saat pulang ke  rumah pada Minggu, 22 Juli 2018, pagi kondisi F mengalami perubahan.

"Minggu pagi jam 9 sampai sini, lalu ya sempat membaik," kata Ujang.

Sementara itu Kapolsek Cikajang, AKP C Bambang saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa korban meninggal di Cikajang karena kondisinya memburuk.

"Jadi sempat dirawat semalam di RS, lalu pulang dan sempat drop lalu dibawa ke klinik di Cikajang, korban dinyatakan meninggal pukul 11.30 minggu 21 Juli," jelasnya.

Pihak Polsek menyelidiki kasus ini, karena viral di Instagram adanya gladiator SD.

"Tak ada laporan dari korban, kami selidiki karena viral minggu malam perihal anak SD berkelahi dengan judul gladiator," kata Bambang.

Diberitakan sebelumnya, perkelahian yang melibatkan FN dan HK, dua siswa kelas 6 SDN 1 Cikandang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, berujung petaka. FN tewas karena tertusuk gunting milik teman yang juga kerabat dekatnya HK. 

Terkait keberadaan gunting yang dibawa HK hingga membuat FN akhirnya mengembuskan nafas terakhir, karena hari itu, Sabtu, 21 Juli 2018 keduanya yang merupakan teman sebangku menjalani kegiatan belajar kesenian bersama di sekolah. Perkelahian berawal ketika FN kehilangan satu buku pelajarannya di kelas.

Oleh warga setempat perkelahian kedua bocah tersebut berhasil dilerai. Seorang siswa yang terluka langsung dilarikan ke puskesmas pembantu (Pustu) di daerah setempat.

Pihak sekolah pun memanggil orang tua korban dan kemudian membawa korban ke RSU dr Slamet Garut. Sayang, keesokan harinya pada Minggu 22 Juli 2018 pukul 11.30 WIB korban dinyatakan meninggal dunia. AS

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500