Ilustrasi kekerasan anak. Foto: Pixabay.com

Siswa SD Garut Tewas Tertusuk Gunting, Polisi Periksa Guru

Estimasi Baca:
Rabu, 25 Jul 2018 13:44:36 WIB

Kriminologi.id - Polsek Cikajang telah melakukan pemeriksaan terhadap guru SDN 1 Cikandang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pemeriksaan tersebut terkait tewasnya FN yang tewas tertusuk gunting saat berkelahi dengan temannya HK. Perkelahian tersebut 

Kapolsek Cikajang, AKP C Bambang mengatakan, pemeriksaan tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara alias TKP pada Senin, 23 Juli 2018 pagi. Setelah itu, Polsek berkordinasi dengan pihak sekolah.

"Kami sudah minta keterangan kepada guru kelas, yang saat hari Sabtu meminta murid untuk membawa gunting, untuk kerajinan tangan," katanya Rabu, 25 Juli 2018.

Saat melakukan olah TKP, ia menjelaskan, kebetulan penyidik Polsek Cikajang bertemu dengan saksi mata. 

"Yang kebetulan anggota komite sekolah SD tersebut," ujar Bambang.

Informasi dari pihak sekolah sudah kami dalami, namun pihak keluarga enggan mengautopsi jenazah korban.

"Keluarga korban menolak untuk autopsi, karena menyatakan sudah menyelesaikan secara kekeluargaan," katanya.

Terkait kasus ini, Polsek Cikajang bekerja sama dengan P2TP2A kabupaten Garut untuk pendampingan terhadap pelaku.

"Sudah didampingi sama P2TP2A, atas perintah Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna kasus ini diambil alih Unit PPA Satreskrim Polres Garut," ujar Bambang.

Sebelumnya, Bambang menjelaskan terkait keberadaan gunting yang dibawa HK hingga membuat FN akhirnya mengembuskan nafas terakhir, karena hari itu, Sabtu, 21 Juli 2018 keduanya yang merupakan teman sebangku menjalani kegiatan belajar kesenian bersama di sekolah.

"Kenapa ada gunting pada mereka karena bertepatan dengan jam pelajaran Kesenian," kata Kapolsek Cikajang, AKP C. Bambang, di Cikajang, Garut, Jawa Barat, pada Selasa, 24 Juli 2018.

Bambang menjelaskan, gunting yang dibawa HK sebelumnya digunakan di sekolah untuk membuat anyaman kertas yang terbuat dari karton. Tak hanya gunting, HK juga membawa alat-alat lainnya untuk membuat anyaman kertas tersebut. 

"Kebetulan siswa membuat anyaman kertas dengan bahan karton. Dari alat-alat kelengkapan yang dibawa ada salah satunya gunting," ujarnya.

Bambang menjelaskan, perkelahian yang melibatkan dua siswa SD di Garut itu terjadi pada Sabtu, 21 Juli 2018. Perkelahian berawal ketika FN kehilangan satu buku pelajarannya di kelas pada Jumat, 20 Juli 2018. 

Keesokan harinya buku pelajaran tersebut ditemukan di bawah meja belajarnya. FN kemudian menuduh HK menyembunyikan buku pelajarannya.

Tuduhan FN kepada HK, kata Bambang, dilontarkan selepas pulang sekolah. Itu ketika mereka jalan bersama hendak pulang ke rumahnya masing-masing yang memang satu kampung. Pada saat melintas di Kampung Babakan Cikandang, keduanya mulai berselisih hingga akhirnya berkelahi. 

"Ketika pelaku (HK) merasa tersudut, dia pun mengambil sebilah gunting yang ada di tasnya. Pelaku membela diri menggunakan gunting tersebut sehingga mengenai kepala korban dan menimbulkan luka robek pada kepala dan punggung," ujarnya.

Oleh warga setempat perkelahian kedua bocah tersebut berhasil dilerai. Seorang siswa yang terluka langsung dilarikan ke puskesmas pembantu (Pustu) di daerah setempat.

Pihak sekolah pun memanggil orang tua korban dan kemudian membawa korban ke RSU dr Slamet Garut. Sayang, keesokan harinya pada Minggu 22 Juli 2018 pukul 11.30 WIB korban dinyatakan meninggal dunia.

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500