Barang bukti kasus siswa SD di Garut berkelahi hingga tewas. Foto: Ist/Kriminologi.id

Siswa SD Tewas Ditusuk, DPR: Saatnya Membenahi Sektor Anak

Estimasi Baca:
Kamis, 26 Jul 2018 15:30:43 WIB

Kriminologi.id - Seorang murid Sekolah Dasar, FN (12) di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat tewas akibat luka di kepala karena ditusuk gunting oleh HK yang tak lain adalah teman sebangkunya. Keduanya terlibat perkelahian karena persoalan buku.

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mengatakan, peristiwa di Garut harus menjadi momentum pembenahan di seluruh sektor anak. Tragedi tewasnya anak kelas 6 SD tersebut menurutnya sungguh menyesakkan dada. 

"Apalagi pemicunya soal sepele, gara-gara kehilangan buku. Peristiwa ini harus menjadi alarm bagi kita semua tentang persoalan mentalitas anak-anak kita," kata Anang dalam siaran pers yang diterima Kriminologi.id di Jakarta, Kamis, 26 Juli 2018.

Menurut Anang, Perpres 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter belum berhasil dilakukan oleh pemerintah. Perpres tersebut hanya bagus di atas kertas, namun implementasi di lapangan belum berjalan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kata Anang semestinya secara ajeg menjalankan Perpres tersebut dengan berkoordinasi dengan Pemda. 

Anang mengatakan, selain pembenahan mental anak-anak, yang harus mendapat perhatian adalah lingkungan tempat anak beraktivitas. Di sini, kata Anang, peran guru dan orang tua sangat diperlukan.

"Orang tua dan guru harus lebih intens mengawal proses tumbuh kembang anak-anak khususnya di usia sekolah dasar dan menengah. Persoalan tontonan televisi juga harus dipastikan tidak berisi aksi kekerasan yang memicu anak-anak yang menonton menirunya. Game online melalui gadget harus terbebas dari paparan permainan yang berisi kekerasan," ujar Anang yang juga musisi ini. 

Anang menambahkan, polisi juga harus mengungkap secara detail apa yang menjadi penyebab dan pemicu peristiwa tersebut. Selain itu, kata Anang, polisi harus menggandeng psikolog anak untuk mengetahui secara psikis mengapa anak kelas SD memiliki pikiran dan tindakan melukai hingga menghilangkan nyawa temannya. 

FN, sebelum meninggal dunia sempat dirawat di rumah sakit Garut untuk menjalani perawatan. Usai perkelahian itu, Ujang yang panik melihat FN berlumuran darah, lalu bergegas membawanya ke sekolah. 

Para guru lalu membawa FN ke Puskesmas terdekat yaitu Puskesmas Pembantu (Pustu) Cikajang. Sabtu, 21 Juli 2018, siang, FN kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Garut. Di rumah sakit itu FN menjalani perawatan selama satu malam. Hingga akhirnya Minggu, 22 Juli 2018, pagi, FN kembali ke rumah karena kondisi sudah membaik.

Kemudian saat di rumah, kondisi korban sempat drop lalu dibawa ke klinik di Cikajang. Korban dinyatakan meninggal pukul 11.30 WIB. RZ

Reporter: Marselinus Gual
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500