Kapolrestabes Bandung, Kombes Hendro Pandowo (17/05/2018). Foto: Tribratanews

Siswa SMA 3 Pasundan Bandung Disayat, Pelaku Sengaja Siapkan Cutter

Estimasi Baca:
Senin, 16 Jul 2018 14:55:15 WIB

Kriminologi.id - Pelaku penganiayaan terhadap MR selaku siswa kelas 11 SMA Pasundan 3 Bandung, mengakui jika pisau cutter yang disayatkan ke kepala belakang Rifky disiapkan untuk melakukan penganiayaan.

"Saya sudah menyiapkan, dan itu saya sayat ketika Rifky menyenggol badan saya di parkiran motor," kata TLK dalam pengakuannya di Polrestabes Bandung, Senin, 16 Juli 2018.

Pantauan Kriminologi.id, di ruang Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo, TLK lalu diminta untuk mengucap janji agar tidak mengulangi perbuatannya yang didikte oleh Hendro.

"Saya berjanji tidak akan mengulang perbuatan ini, dan akan mengabdi bagi agama, orang tua, nusa dan bangsa," katanya mengikuti ucapan Kapolrestabes Bandung.

Hendro menambahkan, meski melakukan tindakan penganiayaan TLK tetap harus dibina karena masih di bawah umur.

"Pelaku masih di bawah umur, dan kami akan kordinasikan dengan unit PPA, yang pasti pembinaan terhadap pelaku kejahatan di bawah umur harus terus dilakukan," katanya.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP M Yoris menjelaskan dalam kejadian ini, satu orang saksi dalam pemeriksaan pihak kepolisian.

"Saksi di lokasi kejadian satu orang, siswa SMA Pasundan 3 juga, kita lakukan pemeriksaan hari ini atas tindakan penganiayaan oleh TLK kepada Muhammad Rifky," katanya.

Diberitakan sebelumnya, nasib tragis dialami MR (16), siswa kelas 11 SMA Pasundan 3 di Jalan Kebonjati, Bandung. Ia menjadi korban penganiayaan temannya.

Kepala MR disayat menggunakan pisau cutter tepat di hari pertama masuk sekolah. Saat itu, dia yang tengah mengikuti acara halal bil halal di sekolahnya, bersenggolan dengan pelaku di area parkir.

Senggolan itu memicu adu mulut keduanya. Tak cukup adu mulut, pertengkaran itu berlanjut dengan penganiayaan pelaku yang menyabetkan pisau cutter ke kepala MR hingga darah mengucur dari kepalanya. AS

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500