Ilustrasi tawuran pelajar. Ilustrasi: Kriminologi.id

Siswa SMK Bogor Tewas Dibacok, Pemkot Berlakukan Jam Malam Pelajar

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Jul 2018 07:50:10 WIB

Kriminologi.id - Pihak Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, akan membubarkan paksa para pelajar yang berkumpul di jalanan saat lewat jam  malam. Pemkot Bogor mengeluarkan imbauan larangan beraktivitas atau berkumpul jam malam yang ditujukan khusus kepada para pelajar. Imbauan itu keluar usai peristiwa tewasnya seorang pelajar yang diduga akibat tawuran.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, mengatakan pihaknya mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan jam malam tersebut.

"Kami segera buatkan surat edaran, mengimbau untuk tidak nongkrong-nongkrong di jalanan lewat jam malam. Jika ada aktivitas akan kita bubar paksa," kata Bima Arya di Bogor, Senin, 16 Juli 2018 malam.

Surat imbauan pembatasan aktivitas jam malam ini, menurut Bima, akan dikoordinasikan dengan aparat di wilayah untuk teknis pelaksanaannya.

"Kita akan tingkatkan patroli di wilayah melibatkan Polisi, TNI, dan aparatur pemerintahan," katanya.

Bima menjelaskan, aktivitas kumpul-kumpul tengah malam ini berisiko untuk terjadinya tindak kriminalitas seperti tawuran, balap liar, dan lain sebagainya.

Larangan berkumpul jam malam ini berlaku di sejumlah lokasi seperti di taman, pinggir jalan, dan lokasi keramaian atau fasilitas publik.

"Siapapun yang berkumpul-kumpul jam 23.00, kami akan bubarkan," kata Bima. 

Upaya lainnya, lanjutnya, meminta Dinas Pendidikan untuk meningkatkan pembinaan siswa dan melakukan penyuluhan ke anak-anak di sekolah.

"Patroli kita lakukan setiap hari, melibatkan aparat TNI, Polisi dan wilayah," kata Bima.

Imbauan ini diterbitkan menyusul peristiwa kekerasan jalanan yang menewaskan seorang pelajar berinisial RIF (17) pada Minggu, 15 Juli 2018, dini hari.

RIF pelajar dari salah satu SMK swasta mengalami luka bacok hingga dilarikan ke RS PMI Kota Bogor. Kondisi luka sabetan senjata tajam cukup parah dialami korban, hingga Minggu sore korban menghembuskan nafas terakhir.

Siswa yang merupakan warga Cimahpar, itu saat kejadian baru pulang dari nonton bareng final Piala Dunia di kawasan Bogor Permai. 

Menurut Ulung, tidak ada barang milik korban yang dicuri saat kejadian, sehingga tidak termasuk kategori kejahatan begal.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500