Ilustrasi Persekusi. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Siswa SMP Diarak Telanjang di Bekasi, Mata Tertutup dan Dicekik

Estimasi Baca:
Kamis, 12 Apr 2018 16:55:23 WIB
AJ mengaku sempat menangis karena merasa kesakitan usai pemukulan dan rambutnya dijambak. AJ diarak sejauh 400 meter tanpa sehelai pun pakaian di tubuhnya.

Kriminologi.id - Sekelompok orang di Kampung Rawa Bambu Besar, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat melakukan persekusi terhadap dua pelajar, HL (13) dan AJ (13). Keduanya yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP itu dituduh mencuri jaket.

Saat ditemui di Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, Kamis, 12 April 2018, AJ mengaku trauma jika mengingat kejadian tersebut. Ia pun memberanikan diri menceritakan awal mula peristiwa itu terjadi.

Sebelum peristiwa terjadi pada Minggu, 8 April 2018, ia mengaku sedang berkumpul bersama rekannya, HL (13) dan RZ (14) untuk begadang di pos ronda.

Tidak berapa lama, RZ menyuruh AJ dan HL mengambil jaket milik korban atas nama Halim yang dijemur di teras rumahnya.

Saat hendak mengambil jaket tersebut, warga setempat bernama Nur yang sedang berada di dalam rumah melihat aksi AJ dan HL.

Seketika pula, Nur menangkap keduanya. Saat penangkapan, RZ berhasil kabur sementara AJ dan HL tidak. Karena tertangkap, Nur melucuti pakaian korban (AJ).

AJ mengaku sempat diarak warga sampai ke tempat tinggalnya di Kampung Al-Bahar RT 01/01, Harapan Jaya, Bekasi Utara. Jarak dari lokasi kejadian ke rumahnya sekitar 400 meter. Ia diarak tanpa sehelai pun pakaian di tubuhnya.

Sementara HL tidak diarak, namun hanya ditelanjangi di lokasi kejadian.

"Selama di jalan, leher saya juga dijepit dengan tangan dan mata saya ditutup, kepala saya juga dipukul, ditendang dan rambut kepala dijambak," kata AJ menceritakan.

AJ mengaku sempat menangis karena merasa kesakitan usai pemukulan dan rambutnya dijambak.

Setibanya di rumah AJ, Nur langsung menemui ayah AJ, Sudirman (50) dan memberitahunya akan membawa AJ ke ketua RW setempat untuk diadili.

Sudirman langsung mengejar AJ, namun anaknya sudah berada di rumah Ketua RW 16, Mad Sai hingga akhirnya diperkenankan kembali mengenakan pakaian.

 DM
KOMENTAR
500/500