Pelaku penganiayaan bocah di Cilincing. Foto: Ist/Kriminologi.id

Sosok Adrianus Sayow, Driver Ojek Online Bunuh Anaknya Dikenal Angkuh

Estimasi Baca:
Jumat, 24 Ags 2018 15:05:47 WIB

Kriminologi.id - Balita berinisial Aq akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah sempat dirawat di RSUD Koja, Jakarta Utara. Balita berusia 2 tahun itu dinyatakan tewas akibat dianiaya oleh ayah tirinya Adrianus Sayow (27).

Adrianus dikenal warga sebagai sosok pria yang jarang tegur sapa dan angkuh. Kesehariannya warga yang tinggal di Gang Pojok, Kampung Sukapura, RT 06 RW 05, Cilincing, Jakarta Utara bekerja sebagai driver ojek online. Adrianus dikenal tetangga sebagai pria angkuh.  

“Orangnya sombong, belagu. Menegur saja jarang, apalagi mengobrol sama tetangga. Kalau yang lain kan ketemu nyapa orang, ini mah enggak bang,” kata RH, salah seorang tetangga pelaku kepada Kriminologi.id di Jakarta pada Jumat, 24 Agustus 2018.

Adrianus tinggal di sebuah rumah kontrakan satu petak bersama istri bernama Yanti dan anak tirinya berinisial Aq. Adrianus menikah dengan Yanti, janda beranak satu sejak dua tahun lalu.

Selama tinggal di kontrakan, warga mengenal Adrianus sebagai pribadi yang tertutup. Ia jarang bergaul dengan tetangga.

Tidak hanya dikenal sombong, di mata ibu-ibu sekitar Adrianus merupakan seorang ayah yang ringan tangan. Warga kadang melihat Adrianus melakukan kekerasan terhadap anak tirinya. Bahkan juga kepada istrinya yang sedang mengandung.

“Orangnya emang mudah marah. Kadang anaknya dianiaya, istrinya juga. Tanganya enteng banget kalau mukul anak istrinya,” kata salah satu ibu-ibu di sekitar lokasi.

Tindakan kekerasan kepada Aq dan istrinya Yanti juga dibenarkan oleh Gatot, orang tua Yanti. Gatot mengatakan, dari kasus ini dirinya mengetahui anaknya kerap menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga oleh Adrianus.

“Anak ketiga saya Yanti sering dipukulin padahal dia lagi ngandung, cucu saya juga sama digituin,” kata Gatot.

Gatot sebenarnya mengetahui tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Adrianus terhadap anak dan cucunya. Namun dirinya tidak bisa berbuat banyak. Kata Gatot, penganiayaan yang paling parah terjadi pada 2017.

Saat itu Adrianus ditahan kepolisian karena melakukan kekerasan terhadap cucunya. Namun tidak berselang lama setelah mendekam di sel tahanan, Andrianus dibebaskan polisi setelah Yanti mencabut laporan kasus tersebut.

"Sekarang keulang lagi, sekarang harus dihukum lebih berat, minta dihukum setimpal sama perbuatannya dia,"kata Gatot.

Sebelumnya seorang anak berusia dua tahun berinisial Aq dianiaya oleh ayah tirinya sendiri hingga kritis. Aq dianiaya oleh Adrianus dengan cara menjedotkan kepalakorban ke tembok, tidak puas Adrianus kemudian memukuli kepala Aq hingga tidak sadarkan diri.

Aq kemudian dibawa ke RS Islam untuk mendapatkan pertolongan, namun tak lama ia dirujuk ke RSUD Koja, Jakarta Utara. Belakangan Aq meninggal dunia di ruang ICU RSUD Koja, Jakarta Utara.

Reporter: Rizky Adytia
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500