Kaki Mayat, Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Telusuri Kematian 2 Bocah di Monas, Polda Metro Bentuk Tim Khusus

Estimasi Baca:
Rabu, 2 Mei 2018 15:45:48 WIB
Panitia penyelenggara acara bagi-bagi sembako di Monas dilaporkan ke Polisi oleh salah satu keluarga korban tewas. Polda Metro Jaya bakal membentuk tim khusus untuk menelusuri penyebab kematiannya.

Kriminologi.id - Salah satu keluarga dua bocah yang menjadi korban tewas dalam acara pembagian sembako di Monumen Nasional atau Monas pada Sabtu, 28 April 2018 melaporkan pihak panitia penyelenggara acara tersebut ke polisi. Pelaporan terhadap pihak penyelenggara ke polisi dilakukan pada Rabu siang, 2 Mei 2018.

Salah satu ibunda korban bernama Komariyah tampak mendatangi Gedung Bareskrim Mabes Polri di Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat untuk melaporkan pihak penyelenggara acara bagi-bagi sembako tersebut. Komariyah datang didampingi oleh kuasa hukumnya bernama Muhammad Fayyad.

Terkait insiden yang merenggut dua korban jiwa yang masih anak-anak, pihak Polda Metro Jaya bakal terus menelusuri penyebab kematiannya saat acara bagi-bagi sembako di Monas, Jakarta Pusat. Untuk mengetahui penyebabnya, Polda Metro Jaya bakal membentuk tim khusus untuk menelusurinya.

“Sementara dalam penyelidikan dari Ditreskrimum (Polda Metro Jaya/PMJ) bersama tim dari Jakarta Pusat. Saya sudah bentuk tim, tim gabungan dari Jakarta Pusat dan Krimum untuk menyelidiki bagaimana latar belakang kasus itu,” kata Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Idham Azis di Mapolda Metro Jaya, Rabu 2 Mei 2018.

Idham mengatakan, pihaknya hingga kini belum bisa memastikan jika dua anak tersebut tewas karena mengikuti antrean pembagian sembako di Monas tersebut. Pasalnya, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. 

“Belum tentu, kan saya bilang masih penyelidikan,” tuturnya.

Sebelumnya, acara bagi-bagi sembako tersebut telah memakan dua orang korban yang masih anak-anak. Korban pertama bernama Mahesa Junaedi (13) dan Muhammad Rizky Syaputra (11). Keduanya diduga pingsan di luar area Monas setelah mengikuti acara tersebut. Keduanya pun dilarikan ke Rumah Sakit Tarakan. Namun sayang, nyawa kedua anak tersebut tidak terselamatkan.

“Hari Sabtu kemarin sekitar jam 3 jadi kita dapat laporan ada seorang anak laki-laki pingsan di luar monas di seberang Mabes AD. Satpol PP kemudian membawanya ke RS Tarakan pakai ambulance. Setelah dicek di RS Tarakan masih hidup, beberapa menit kemudian korban meninggal dunia," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Argo Yuwono. TD

Reporter: Walda Marison
Penulis: Tito Dirhantoro
KOMENTAR
500/500