Tersangka kasus video porno anak Bandung dilimpahkan ke kejaksaan. Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Tersangka Video Porno Anak di Bandung Minta Penangguhan Penahanan

Estimasi Baca:
Kamis, 3 Mei 2018 14:10:06 WIB

Kriminologi.id - Imeldha Oktavianie alias Imel, tersangka kasus video porno yang melibatkan dua bocah laki-laki di Bandung mengajukan penangguhan penahanan. Hal itu dilakukan saat polisi melakukan pelimpahan perkara yang menjeratnya ke pihak kejaksaan. 

Terkait permohonan penangguhan itu, Dadang Sukmawijaya yang menjadi kuasa hukum tersangka mengatakan ada dua alasan mengapa Imel meminta untuk tidak dilakukan penahanan terhadap dirinya.

"Pertama karena klien kami tidak dilakukan penahanan saat proses penyidikan oleh polisi," kata Dadang saat mendampingi proses pelimpahan perkara di Kejaksaan Negeri Bandung, Kamis, 3 Mei 2018.

Selain tidak pernah ditahan saat proses penyidikan, alasan lain yang dikemukakan adalah karena Imel masih di bawah umur.

"Saat kejadian klien kami masih berusia di bawah umur yakni 17 tahun," jelas Dadang.

video porno anak di bandung

Dalam proses pelimpahan tersebut, Dadang menegaskan kalau posisi Imel dalam kasus ini bukan hanya sebatas pelakuyang mendapat imbalan dalam proses pembuatan video porno. Tetapi menurutnya, Imel juga menjadi korban.

Karena itu Imel tidak hanya dijerat dengan UU Pornografi dan UU ITE, tetapi juga UU Perlindungan Anak.

"Untuk Imel akan menjalani sistem peradilan untuk anak saat sidang nanti," pungkas Dadang.

Sebelumnya, dunia maya dihebohkan dengan beredarnya video yang menampilkan hubungan intim seorang wanita dewasa dengan bocah laki-laki. Ada dua versi video yang beradar di media sosial itu. 

Video pertama menampilkan adegan hubungan intim seorang wanita dengan seorang bocah laki-laki, sementara video kedua menampilkan hubungan intim seorang wanita dengan dua bocah laki-laki. Pemeran kedua video itu dipastikan orang yang berbeda.

video porno anak di bandung

Produksi video itu dibuat di dua hotel berbeda di kawasan Bandung, Jawa Barat. Satu video dibuat di sebuah hotel di kawasan Jalan Ibrahim Adjie, Kiara Condong, sementara satu video lainnya dibuat di kawasan Jalan Supratman.

Polisi kemudian berhasil menangkap lima orang tersangka termasuk satu orang yang sebagai sutradara video tersebut.

Para pelaku yang ditangkap yakni, Muhamad Faisal Akbar alias Alfa alias Bos yang berperan sebagai sutradara, pengambil video, dan penjual video tersebut. Pelaku kedua yakni Sri Mulya alias Cici yang berperan sebagai perekrut perempuan.

Ada pula Apriliana alias Intan yang berperan sebegai perekrut anak-anak yang juga sebagai pemeran wanita dalam video asusila itu.

Pelaku lainnya yakni Imeldha Oktavianie alias Imel. Ia bertugas sebagai perekrut anak-anak dan sekaligus sebai pemeran wanita dalam video itu. Sementara satu pelaku yakni Susanti turut serta dan membiarkan terjadinya tindakan kriminal itu. RZ

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500