Pixabay.com

Tewas Depresi Usai Diperkosa, ABG di Bogor Kerap Didatangi Teman Pria

Estimasi Baca:
Rabu, 11 Jul 2018 21:20:24 WIB

Kriminologi.id - Kasus dugaan pemerkosaan diduga menimpa FN, warga Kampung Gunung Putri Selatan, Kelurahan Gunung Putri, Citeureup, Bogor, Jawa Barat. Diduga karena kasus tersebut, membuat remaja putri 16 tahun itu depresi berat dan meninggal dunia.

Kriminologi.id yang mencoba mencari tahu penyebab meninggalnya FN, yang diduga karena diperkosa itu, ke pihak keluarga tak membuahkan hasil. Beruntung, pihak tetangga FN mau menceritakan sedikit tentang keluarga FN dan persitiwa sebelum nyawanya melayang.

Di Kelurahan Gunung Putri, Citeureup, Bogor, Jawa Barat, Kriminologi.id bertemu dengan Ratman dan istrinya. Kedua pasangan suami istri (pasutri) ini tinggal tidak jauh dari kediaman FN. Kepada Kriminologi.id Ratman terlebih dahulu menjelaskan keluarga FN.

"Mas Eko dan bu Artin punya tiga anak. Yang pertama, FN, yang kedua A, yang ketiga masih kecil namanya R. Mereka ngontrak ke rumah kontraknya pak Toyib. Baru jalan sekitar lima tahun. Mas Eko kerjanya di proyek Jakarta, kalau bu Artin di pabrik tekstil dekat gerbang tol sana, dekat daerah Kranggan," katanya, Rabu, 11 Juli 2018.

Ratman menjelaskan, beberapa hari sebelum meninggal, ia melihat kejanggalan pada raut wajah FN.

"Sebelum anaknya yang pertama (FN) meninggal, bapak memang agak aneh lihat mukanya. Kok jadi berubah, murung, pucat, lesu, matanya sembab. Biasanya, kalau jajan ke warung saya, manggil saya atau bude itu ya ceria, suaranya keras. Kok pas kemarin-kemarin dia datang manggilnya lesu," ujar Ratman.

Satu hal yang diingat Ratman, beberapa hari sebelum menjelang bulan Ramadhan pada pertengahan Mei 2018 silam, orang tua FN terlihat jarang pulang ke rumah. Seolah kebetulan, beberapa teman pria FN kerap datang berkunjung.

"Saya enggak tahu mereka kemana, mungkin karena sibuk sama kerjaan, mas Eko juga kan kerjanya di proyek. Nah, pas orang tuanya jarang banget pulang, teman-teman cowoknya sering main ke rumahnya. Kalau pakaiannya sih mereka seringnya pake seragam anak SMA, tapi kok muka-mukanya muka orang dewasa semua. Ada satu anak yang saya ingat itu perawakannya kok kayak bukan anak sekolah," ucap Ratman.

Ilustrasi pemerkosaan anak di bawah umur. Pixabay.com
Ilustrasi pemerkosaan anak di bawah umur. Pixabay.com

Ratman kembali menjelaskan, FN cukup dikenal boros karena kerap belanja secara berlebihan, terutama ketika sang ayah menerima gaji dari pekerjaannya sebagai staf kontraktor proyek MRT DKI Jakarta.

"Kalau yang saya lihat, anaknya itu hobinya belanja sama jajan. Kalau mas Eko udah gajian, wah, semuanya langsung dibeli. Padahal, ya sayang juga, harusnya diajarin cara pakai uang yang benar. Saya takut orang tuanya salah asuh," pungkas Ratman.

Dugaan pemerkosaan disampaikan Ketua Karang Taruna setempat, Suryono. Hal tersebut disampaikan Suryono kepada Ratman usai mengantar FN yang sudah tidak bernyawa itu ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk divisum.

"Kata mas Yono, kemungkinan besar FN diperkosa sama teman-temannya. Aduh, pas denger cerita itu saya langsung kaget, sedih, mas," tutur Ratman.  

Sebelumnya, sang Ayah Eko mengaku, FN sudah mulai terlihat murung sejak akhir Juni lalu. Biasanya, kata Eko, anak gadisnya itu bertipikal periang, namun tiba-tiba berubah menjadi pemurung.

Nahasnya, pada 1 Juli 2018, FN ditemukan tak berdaya di atas kasur pada 1 Juli 2018. Menurut Eko, FN sudah tak berniat makan meski disuap bubur oleh ibunya.

Mengingat kondisi FN terus menurun, keluarga pun membawa remaja itu dalam keadaan tak sadar diri ke puskesmas. Menurut dokter, FN mengalami depresi berat. Pada Selasa, 3 Juli 2018, FN akhirnya meninggal.

Dugaan korban telah diperkosa terkuak saat jenazahnya dimandikan. Dari daerah kewanitaan korban keluar darah.

Hal itu juga diperkuat keterangan sahabat korban yang mengatakan FN sempat cerita jika dirinya telah diperkosa pada Jumat, 29 Juni 2018. Korban mengaku diperkosa seorang pria berinisial IB.

Sahabatnya mengatakan, FN diperkosa dalam keadaan tak sadarkan diri setelah direcoki minuman keras (miras).

Kapolsek Citeureup Kompol Darwan, ketika dikonfirmasi Kriminologi.id membenarkan peristiwa nahas yang menimpa FN. Namun, Darmawan enggan berkomentar lebih jauh dengan alasan kasusnya telah dilimpahkan ke Polres Bogor.

"Oh yang itu ya, sudah dilimpahkan ke Polres Bogor ya. Silakan hubungi ke sana," ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa, 10 Juli 2018.

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500