Jonathan Dunan (kiri), penendang anak dan mantan Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait (30/04/2018). Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Video Viral Bapak Tendang Bocah, Jonathan Dunan Diteror Habis-habisan

Estimasi Baca:
Senin, 30 Apr 2018 13:27:13 WIB

Kriminologi.id - Video viral di media sosial bapak menendang bocah berusia 7 tahun di area playground Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jonathan Dunan dan keluarga mengaku diteror habis-habisan. Jonathan Dunan adalah pria yang menendang bocah yang duduk di bangku ayunan. 

Tendangan itu diakui Jonathan tindakan refleks yang dilakukan dirinya guna menghentikan laju ayunan usai balitanya terjatuh. Penendangan itu terjadi pada Kamis, 25 April 2018.

"Setelah kejadian sampai sekarang masih banyak yang maki-maki saya sama keluarga mas," ujar Jonathan Dunan di Kantor Komnas Perlindungan Anak, Jalan TB Simatupang, Jakarta Timur, Senin 30 April 2018.

Jonathan sempat menunjukkan beberapa bukti penganiayaan dan teror yang dialaminya melalui media sosial, Facebook dan WhatsApp dirinya. Dari beberapa teror, dirinya sempat meladeni peneror tak dikenal dengan sedikit candaan. 

teror ke jonathan
Bukti foto teror habis-habisan ke Jonathan Dunan usai video tendangan ke bocah di bangku ayunan viral.

Hal yang membuat dirinya tertawa, kata Jonathan, setelah membaca pesan singkat yang masuk ke WA dari peneror yang memerintahkan dirinya menelepon balik.

Pernyataan ini yang direspon dirinya dengan gaya sedikit jenaka. 

"Kok mau neror tapi enggak modal,  enggak punya pulsa ya?" ujar Jonathan mencontohkan respons jenaka pada sang peneror.  

Meski demikian, hingga kini Jonathan mengaku tidak tahu dari mana orang orang tersebut mendapatkan nomor pribadinya. 

Ia menduga teror dan makian tersebut berawal dari viralnya video perkelahian antara dirinya dan Dewi, ibu dari anak berusia 7 tahun yang ditendang Jonathan. 

Oleh sebab itu, Jonathan menggandeng pihak Komnas Perlindungan Anak diwakili Arist Merdeka Sirait menggelar konferensi press guna meluruskan pemberitaan tersebut. 

"Saya dan bu Dewi sudah berdamai. Yang diberitakan kalau saya sengaja menendang anak bu Dewi dengan sengaja itu tidak benar. Saya refleks nahan ayunan dengan kaki yang mengarah ke anak saya, " tuturnya. 

Jonathan menjelaskan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, Jonathan dan keluarga baru saja selesai makan di Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

Usai keluar dari tempat makan di lantai tiga, anak Jonathan yang berinisial W berlari mengejar balon yang lepas dari genggamanya. Tanpa sadar, W berlari mengarah ke arena playground anak dan disaat yang sama, anak ibu Dewi yang berusia tujuh tahun sedang bermain ayunan.  

Jonathan meneruskan, ayunan tersebut menabrak W membentur kepala hingga balitanya itu terpental.  

"Anak saya terpental karena terkena ayunan. Saya langsung lindungi anak saya yang sedang terjatuh. Ayunan tersebut masih berjalan dan akan mengarah ke anak saya yang kedua kali, saya langsung refleks nahan paka kaki supaya tidak menghantam balik," ujar Jonathan mengklarifikasi pemberitaan yang beredar.

Jonathan pun sempat menawarkan visum dan melanjutkan insiden ayunan itu ke pihak penegak hukum. Namun pihak Ibu Dewi memutuskan tidak ingin melanjutkan persoalan itu. 

"Saya sempat tawarkan visum dan lanjut tidak kepolisian, namun ibunya bilang ke saya tidak mau memperpanjang urusan," tuturnya.

Reporter: Walda Marison
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500