Ilustrasi kekerasan anak. Foto: Pixabay.com

Viral, Guru di Purwokerto Pukul Siswa Karena Menolak Ajakan Ibadah

Estimasi Baca:
Selasa, 21 Ags 2018 19:19:42 WIB

Kriminologi.id - Kabupaten Banyumas digegerkan aksi kekerasan guru terhadap siswanya di SMK 75-2 Purwokerto. Alasan guru menyiksa muridnya karena menolak ajakan ibadah.

Guru tersebut berinisial IT, sementara siswa yang mengalami tindak kekerasan sebanyak tiga orang, semuanya kelas XI  Teknik Kendaraan SMK 75-2 Purwokerto.   

Aksi kekerasan sang guru terungkap dalam sebuah adegan video yang menjadi viral di Banyumas. Kepala SMK 75-2 Purwokerto, Diah Retno Lukita mengatakan, peristiwa terjadi pada Senin, 20 Agustus 2018 siang sekitar pukul 12.00 WIB. 

Saat itu, ia menambahkan, guru berinisal IT mengajak muridnya untuk melaksanakan ibadah. Namun ada siswa didiknya yang tidak mau mengikuti ajakan ibadah sehingga sang guru melakukan kekerasan terhahap tiga anak didiknya. 

Atas peristiwa itu, menurut Diah, IT sudah menyatakan khilaf dan meminta maaf khususnya kepada masyarakat Banyumas. Selanjutnya pihak sekolah akan melakukan silaturahmi kepada orang tua ketiga siswa yang menjadi korban. Namun salah satu orang tua siswa datang ke sekolah pada Selasa, 21 Agustus 2018 bernama Ruswandi, warga Teluk Purwokerto. 

Diah berharap kasus ini bisa diselasaikan secara baik-baik, agar proses belajar mengajar di sekolahnya bisa berjalan dengan baik dan kembali norman.

"Kami sekaligus memberikan jaminan, kepada orang tua yang anaknya yang menjadi korban. Bahwa putra anda tetap mendapatkan pelayanan yang baik. Dan kami ingin semuanya nyaman setelah kejadian ini," kata Diah, Selasa, 21 Agustus 2018.

Sementara itu, Ruswandi mengaku memaafkan kelakuan IT yang telah melakukan kekerasaan terhadap anaknya berinisial JS. Dengan syarat, kasus kekerasaan di sekolah anaknya tidak terjadi lagi, terutama menimpa kepada anaknya dan berharap kasus ini dapat diselesaikan secara damai.

"Anak saya nggak bilang. Saya tahunya dari video. Anak saya ketakutan, sehinga saya ke sekolah untuk menanyakan langsung kepada guru yang bersangkutan," kata Ruswandi. 

Sebelumnya masyarakat Purwokerto, beberapa bulan lalu juga dihebohkan dengan video kekerasan guru terhadap anak didiknya yang terjadi di SMK Kesatrian Purwokerto. 

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500