Polres Metro Bekasi melakukan rilis kasus tawuran pelajar di Bantargebang yang tewaskan satu orang. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Alumni Penyedia Sajam Tawuran SMK di Bantargebang Kabur ke Luar Bekasi

Estimasi Baca:
Minggu, 2 Sep 2018 19:05:19 WIB

Kriminologi.id - Polsek Bantargebang masih memburu penyedia senjata tajam kepada para siswa SMK Pijar Alam dengan Karya Bahana Mandiri atau KBM yang terlibat tawuran di Jalan Raya Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi, Kamis, 16 Agustus 2018. 

Kapolsek Bantargebang, Kompol Siswo mengatakan, pihaknya telah mengantongi identitas para alumni penjual senjata tajam kepada para siswa yang terlibat tawuran.

"Kalau identitasnya kami sudah dapatkan tapi sekarang kami sedang cari mereka," kata Siswo saat dikonfirmasi Kriminologi.id, Minggu, 2 September 2018.

Menurut Siswo pencarian pelaku sudah tidak dilakukan di wilayah Kota Bekasi. Ia menduga, para penyedia sennjata tajam tersebut sudah melarikan diri ke luar wilayah Kota Bekasi.

"Kalau di Kota Bekasi apalagi di Bantargebang kami sudah tangkap, tapi kami duga mereka sudah ke luar dari sini (Bekasi)," katanya.

Sebelumnya Polsek Bantargebang mengamankan lima senjata tajam jenis celurit dari lima pelajar yang juga tersangka tawuran pelajar di Jalan Raya Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi. 

Senjata yang digunakan dalam tawuran antar pelajar di Bantargebang, Kota Bekasi, yang tewaskan satu orang. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id
Senjata yang digunakan dalam tawuran antar pelajar di Bantargebang, Kota Bekasi, yang tewaskan satu orang. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Kata Siswo, lima senjata tajam jenis celurit itu diproduksi dan dijual para alumni kepada pelajar yang akan melakukan tawuran.

"Sajam jenis celurit inikan buatan dan dijual kepada pelajar dengan harga Rp 35 ribu," kata Siswo.

Sebelumnya dua kelompok pelajar SMK Pijar Alam dan SMK Karya Bahana terlibat tawuran di Jalan Raya, Sumur Batu, Kota Bekasi, Jawa Barat pada 16 Agustus 2018. 

Dalam kejadian itu tiga pelajar mengalami luka-luka. Bahkan satu pelajar SMK KBM bernama Indra Permana tewas akibat terkena sabetan celurit di kepala, lengan dan dada.

Kepolisian kemudian menangkap lima tersangka tawuran dari SMK Pijar Alam bernama Andriyana (18), M Sepriyansyah (15), Dodi Adriafirin (15), Renaldi Pasha (15) dan M Aldi Saputra (16). Kelimanya ditangkap di lima lokasi berbeda.

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500