Ilustrasi Penusukan, Ilustrasi: Tribratanews

Anak Punk Mojokerto Tewas Ditusuk Besi Saat Sekarat, Rebut Rokok Teman

Estimasi Baca:
Senin, 2 Jul 2018 17:35:29 WIB

Kriminologi.id - Anak punk Mojokerto, Jawa Timur tewas ditusuk besi berkarat oleh temannya sendiri saat sekarat. Anak punk itu sekarat akibat dikeroyok 11 temannya yang jengkel karena rokok direbut korban.

Korban berinisial MFF, asal Desa Balongsari, Kecamatan Magersari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang tewas bersimbah darah pada Jumat, 29 Juni 2018. 

Sebelum pengeroyokan terjadi, korban dan teman-temannya itu menggelar pesta minuman keras oplosan di pinggir sungai di Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, Jombang, pada Jumat, 29 Juni 2018 malam.

"Saat dikeroyok, para pelaku ada yang menggunakan benda-benda seperti kayu untuk menghajar korban. Bukannya menyudahi aksi itu, para pelaku justru nekat menusuk korban yang sekarat itu dengan menggunakan besi berkarat di bagian leher," ujar Ajun Komisaris Pol Gatot Setyabudi, Kasatreskrim Polres Jombang, seperti dilansir dari kabarjombang, Minggu, 1 Juli 2018.

Gatot menambahkan setelah puas menghabisi nyawa korban pelaku meninggalkan jasad yang penuh dengan aliran darah segar itu di depan toko kosong di Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, Jombang.

Awal pengeroyokan itu, kata Gatot dipicu ulah korban yang merebut rokok dari tangan salah satu pelaku DK. Tersingung dengan perbuatan korban, pelaku dan korban terlibat cekcok mulut hingga berujung pemukulan.

Perilaku korban ini juga membuat rekan lainnya ikutan jengkel. Hal ini membuat para pelaku semakin beringas menghajar korban.

Dari hasil visum, petugas menemukan dua tusukan di leher korban dan luka sayatan. Tidak hanya itu. seluruh tubuh korban memar akibat pukulan para pelaku.

Gatot mengatakan, dari sebelas pelaku pengeroyokan yang berujung pada pembunuhan itu pihaknya baru berhasil menangkap empat orang pelaku.

Mereka berinisial NA(17) warga Madura, KS (16) warga Gresik, WK (16) warga Kecamatan Mojoagung, Jombang, serta Mohammad Johan (19) warga Kecamatan Mojowarno, Jombang.

Sementara ketujuh pelaku lainnya masih dalam pengejaran kepolisian setempat dan telah ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Keempat pelaku yang berhasil ditahan petugas terjerat dengan Pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak.  

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500