Rumah Alim mertua Tuyul tersangka persekusi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Beda Versi Cerita Persekusi Bekasi Antara Korban dan Pelaku

Estimasi Baca:
Senin, 16 Apr 2018 07:05:35 WIB

Kriminologi.id - Meski telah ditetapkan sebagai tersangka kasus persekusi terhadap dua anak berinisial AJ dan HK, keluarga Muhammad Nur alias Tuyul (41) yakin jika sangkaan itu tidak benar. Mertua M Nur bernama Mualim mengatakan saat ditangkap AJ dan HK langsung ditelanjangi, dipukuli dan rambutnya dijambak, namun menantunya Nur tidak ikut memukuli dan menelanjangi kedua anak itu.

"Kalau kata anak dan menantu saya, tidak ada pemukulan, kalau dibugilin, itu bukan si Nur, tapi masa yang emang sudah pada kesel sama si anak," kata Alim di rumahnya di Kampung Bambu Besar, Harapan Jaya, Kota Bekasi, Minggu, 15 April 2018.

Jika kepolisian tidak percaya, kata Alim, kepolisian bisa melihat dari rekaman kamera pengawas atau CCTV, di mana massa yang begitu banyak membugili AJ dan HK.

"Liat aja di CCTV, Nur gak bugilin, itu saking banyaknya masa," kata Alim.

Berbeda dengan keluarga M Nur, ayah AJ, korban persekusi bernama Sudirman membenarkan jika M Nur memang tidak melakukan pemukulan terhadap anaknya, namun ia ikut mempiting dan menjambak rambut anaknya di depan ibu serta keluarganya.

Sudirman menceritakan saat itu Minggu, 8 April 2018, menjelang subuh dirinya yang sedang tertidur pulas bersama istrinya, kaget mendengar keributan di depan rumahnya dan ada orang yang menggedor-gedor pintu rumah.

"Saya sama istri langsung buka, ternyata anak saya itu lagi dipiting sama si Nur, dalam keadaan telanjang gak pake baju sama sekali," kata Sudirman di kediamanya di Jalan Al Bahar Kaliabang Bungur, Minggu, 15 April 2018.

Melihat anaknya telanjang dengan keadaan leher dipiting dan rambut dijambak oleh M Nur, ibu korban Nur Jamilah teriak histeris meminta anaknya untuk dilepaskan.

Namun tangisan ibunda AJ tak dihiraukan oleh M Nur. Dengan nada tingginya M Nur mengancam akan memasukan AJ ke penjara. Melihat anaknya makin kesakitan dipiting dan dijambak oleh M Nur selama hampir 30 menit, tokoh sekitar mencoba menenangkan M Nur.

"Malah dibentak itu orang yang dituakan di sini, padahal dia (M Nur ) tetanggaan, rumah orang tuanya di belakang rumah saya,” kata Sudirman.

Menurutnya, setelah hampir 30 menit di rumah AJ, AJ dan HK dibawa kembali ke lokasi kejadian. Saat itu AJ dan HK masih dalam keadaan telanjang. Bahkan orang tua AJ yang hendak  memberikan baju tidak diperbolehkan.

"Nah pas ada pak RW 16 Madsudi aja datang, baru dipakein baju," katanya.

Setelah RW datang kasus pencurian diselesaikan secara damai dan musyawarah, kelurga AJ masih belum menerima apa yang dilakukan oleh M Nur terhadap anaknya. Bersama KPAI Kota Bekasi, Sudirman melaporkan kasus tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota, Kamis, 12 April 2018. Keesokan harinya kepolisian menetapkan M Nur sebagai tersangka kasus persekusi. AS

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500