Ilustrasi pencabulan. Foto: Ist/Kriminologi.id

Berhubungan Sejak 2014, Soni Hampir Setahun Jual Pacarnya ke Pria Lain

Estimasi Baca:
Kamis, 17 Mei 2018 11:10:49 WIB
Soni Setiawan ternyata sudah sejak 2017 menjual pacarnya sendiri yang masih berusia 19 tahun ke pria hidung belang.

Kriminologi.id - Pemuda bernama Soni Setiawan ternyata sudah sejak 2017 menjual pacarnya sendiri yang masih berusia 19 tahun berinisial MY. Karena ulahnya itu, Soni akhirnya ditangkap anggota Polres Metro Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu, 13 Mei 2018.

“Soni ini telah menjajakan pacarnya sejak tahun 2017, atau kurang lebih 10 bulan,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Ajun Komisaris Faruk dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis, 17 Mei 2018.

Faruk menjelaskan, Soni bisa leluasa menjual MY lantaran meiliki kedekatakan khusus dengan korban. Dari pemeriksaan polisi, Soni menjalin hubungan dengan MY sejak tahun 2014. Selama itu pula, Soni mengaku telah berhubungan badan layaknya suami istri dengan MY. 

“Ya, sejak itu keduanya telah kumpul kebo,” ucapnya. 

Lebih lanjut, Faruk menuturkan, dari pengakuannya pelaku juga telah menjajakan perempuan selain pacarnya kepada para lelaki hidung belang melalui mucikari. Namun Faruk tidak menjelaskan secara rinci jumlah dan identitas para perempuan tersebut.

Seperti diketahui, pPemuda berusia 20 tahun itu ditangkap saat tengah bertransaksi di kawasan Jalan Sunter Permai, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu, 13 Mei 2018. 

"Soni ini ditangkap saat melakukan transaksi dengan pengguna jasa esek-esek tersebut," kata Kapolres Metro Pelabuhan Tanjung Priok, Ajun Komisaris Besar Eko Hadi Santoso.

Eko menjelaskan, Soni menawarkan pacarnya kepada seorang pengguna jasa esek-esek tersebut awalnya melalui bantuan telepon genggam. Kepada pria hidung belang, Soni mengatakan jika pacarnya dapat memberikan pelayanan seksual atau berhubungan intim.

"Pacarnya sendiri itu dibanderol dengan harga Rp 600 ribu untuk sekali hubungan seks," ujarnya. 

Lebih lanjut, Eko menuturkan, selain menarik tarif sebesar Rp 600 ribu untuk sekali berhubungan seks, pelaku juga meminta uang tip kepada pengguna jasa pacarnya sebesar Rp 100 ribu. TD

KOMENTAR
500/500