Lokasi penganiayaan adik pesepak bola Timnas Wanggai. Foto: Erwin Maulana/Kriminologi.id

Bullying Adik Pemain Timnas Terungkap dari WA Teman Korban

Estimasi Baca:
Kamis, 23 Ags 2018 15:20:54 WIB

Kriminologi.id - Pihak SMK PGRI 23 Jagakarsa mengaku mengetahui peristiwa bullying dan penganiayaan yang dialami RRK (16), adik mantan pesepak bola Timnas Indonesia Imanuel Wanggai, dari pesan Whatsapp teman-teman korban. Aksi penganiayaan terhadap RRK terjadi saat peringatan menjelang HUT RI, Selasa, 14 Agustus 2018.

Kriminologi.id mendatangi SMK yang terletak di Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, itu. Sekolah binaan Tunas Daihatsu tersebut terletak di dalam gang yang cukup sempit.

Mansur, Kepala SMK PGRI 23 Jagakarsa menjelaskan bahwa penganiayaan terhadap Robert berlangsung berbarengan dengan kegiatan sekolah dalam perayaan 17 Agustus. 

Selain itu menurutnya pihak sekolah sudah maksimal mengawasi setiap kegiatan yang dilakukan para siswa pada acara tersebut.

"Sebetulnya kami sih di sekolah sudah maksimal pengawasannya. Cuma waktu itu kan emang lagi ada acara, ya biasalah peringatan menjelang 17 Agustus, anak-anak lomba kreasi, futsal dan lain lain. Setiap guru sudah ngawasin siswa semua," ujar Mansur saat ditemui, Kamis, 23 Agustus 2018.

Namun menurut Mansur meskipun pihak sekolah tetap kecolongan hingga tidak sempat mengetahui adanya aksi penganiayaan yang dilakukan anak didiknya.

"Justru kami juga nggak tahu kalau kejadian itu di lingkungan sekolah. Kami tahu juga dari temen-temen si korban terus nge-WA ke wali kelasnya. Kalau kami tahu persis pas kejadian ya itu akan langsung ditindak.," kata Mansur.

Diberitakan sebelumnya, siswa SMK PGRI 23 Jagakarsa berinisial RRK terbaring di rumah sakit setelah menjadi  korban penganiayaan oleh tiga kakak kelasnya. Orang tua RRK telah melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

RRK mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh tiga kakak kelasnya berinisial TA, K, dan AN. Peristiwa itu bermula saat korban diminta menemui ketiga pelaku di salah satu ruangan kelas.

Korban diminta melakukan push up. Saat korban masih menyelesaikan push up, ketiga pelaku langsung melakukan penganiayaan dengan menendang dan menginjak tubuh korban.

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500