Apartemen Margonda Residence. Foto: Erwin Maulana/Kriminologi.id

Deretan Fakta Prostitusi Online Anak di Apartemen Margonda Residence

Estimasi Baca:
Sabtu, 25 Ags 2018 08:05:23 WIB

Kriminologi.id - Jajaran Polres Kota Depok kembali mengungkap praktik prostitusi anak di bawah umur berbasis online di apartemen Margonda Residence 2, Pondok Cina, Beji, Kota Depok, Jawa Barat.

Dalam pengungkapan praktik prostitusi kali ini, polisi meringkus lima orang yang diduga terlibat. Dari lima yang diamankan, tiga di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka antara lain berinisial TM (18), R (18), dan IS (18) yang memiliki peran berbeda-beda. Tersangka TM berperan sebagai joki prostitusi online. R berperan sebagai penyedia tempat. Sementara, IS sebagai pengatur transaksi.

Kriminologi.id telah merangkum beberapa fakta terkait pengungkapan kasus prostitusi online ini berdasarkan keterangan Ropandi, seorang sekuriti di apartemen tersebut sekaligus saksi mata yang sehari-hari berada di lokasi.

1. Muncikari Telepon dengan Om-om

Remaja pria yang berperan sebagai muncikari terkait prostitusi online di Apartemen Margonda Residence 2, Pondok Cina, Beji, Depok, pernah kepergok Ropandi tengah menelepon kliennya yang ternyata seorang pria. Usia klien pelaku tidak terlalu tua, tapi juga tidak terlalu muda. Mereka janjian untuk bertemu di Apartemen Margonda Residence.

“Saat malam pernah beberapa kali saya lihatin banyak anak cowok masih muda-muda sedang teleponan sama om-om gitu. Tak lama kemudian beneran datang bapak-bapak, ketemuan sama dia (muncikari), terus dianterin ke apartemen,” kata Ropandi.

2. Dari Kalibata ke Margonda

Perekrutan pekerja seks komersial yang masih belia di Apartemen Margonda Residence, Depok dilakukan tak melulu orang baru yang dikenal lewat media sosial. Namun sebagian dari mereka ada juga yang sudah menjadi PSK sebelum bergabung dengan sindikat prostitusi di Margonda Residence.

Menurut Ropandi, ada beberapa PSK belia awalnya bekerja melayani pria hidung belang di Apartemen Kalibata City. Namun, karena kenal dengan perempuan Apartemen Margonda Residence, PSK di Kalibata kerap diajak kerja bareng. Tujuannya untuk menghindari pemeriksaan petugas. 

“Jadi, kalau di sana (Kalibata City) ada razia, maka mereka pindahnya ke sini,” ujar Ropandi. 

3. Prostitusi Hampir di Semua Tower

Prostitusi melalui online di Apartemen Margonda Residence tampaknya sebagai hal yang biasa. Kegiatan prostitusi hampir dapat ditemui di seluruh tower. Hal tersebut diungkapkan Ropandi saat ditemui pada Jumat, 24 Agustus 2018.

Akibat sukarnya mencegah prostitusi di Margonda Residence, keberadan PSK muda di lokasi ini hampir terdapat di semua tower. “Wah kalau sebelum razia sih masih banyak, hampir di semua tower ada. Tapi, yang paling banyak ya di Mares (Margonda Residence) 2, sih," katanya.

4. Tak Semua Muncikari Kenal PSK 

Menurut Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Bintoro, PSK muda di Margonda Residence direkrut muncikarinya melalui akun media sosial Facebook. Selain dibantu muncikarinya, PSK ABG ini lebih inisiatif mencari pelanggan.

Ropandi mengatakan, perekrutan PSK sebenarnya tidak semuanya melalui akun Facebook. Sebagian dari mereka ada juga yang sudah menjadi PSK sebelum bergabung dengan sindikat prostitusi di Margonda Residence.

"Ah enggak lewat Facebook juga karena setahu saya enggak semuanya muncikari kenal sama si ceweknya. Karena ada juga cewek yang tadinya biasa 'kerja' di Kalibata City, kenal sama cewek sini, jadinya diajak bareng. Katanya, kalau di sana (Kalibata City) ada razia, ya pindahnya ke sini," ujar dia.

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500