Pemakaman Fahturosi Delpiero korban tawuran pelajar di Jakarta Timur. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Dua Jam Sebelum Tewas Tawuran, Delpiero Sempat Dihubungi Ibu Tiri

Estimasi Baca:
Selasa, 14 Ags 2018 17:30:53 WIB

Kriminologi.id - Ibu tiri Fahturosi Delpiero, pelajar SMK Rahayu Mulyo yang tewas dalam tawuran antarpelajar di Jembatan Tol di Jalan Mayjen Sutoyo, Kampung Makasar, Jakarta Timur, sempat menghubungi korban sebelum tewas. Delpiero tewas setelah mengalami luka robek di paha kiri sebelah atas akibat sabetan senjata tajam. 

Kematian tragis Fathurosi meninggalkan duka yang mendalam bagi Nani, ibu tiri Fathurosi. Dia mengaku tak menyangka anak itu bakal tewas. Padahal sekitar pukul 17.00 WIB, sebelum korban tewas, Nani sempat menghubungi Adel, sapaan akrab Fathurosi melalui pesan Whatsapp untuk menanyakan keadaan korban.

"Saya tanya tadi sekolah telat gak, enggak kata Adel, ya udah saya bilang yang semangat sekolahnya," kata Nani meniru percakapannya dengan korban saat ditemui Kriminologi.id di rumah kerabatnya di Jalan Raya Sentex, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa, 14 Agustus 2018.

Usai percakapan singkat tersebut, Nani mengaku sedikit kecewa lantaran dirinya tidak sempat menanyakan lokasi keberadaan Adel saat itu. Ia mengatakan, biasanya, setiap kali menelpon Adel, ia selalu menanyakan keberadaan korban.

"Biasanya saya tanya, kamu di mana, tapi pas kemarin saya gak tanya dia di mana, lagi ngapain, tumben banget saya juga," kata wanita yang bekerja sebagai guru di Solo, Jawa Tengah itu.

Balasan singkat Adel ternyata merupakan komunikasi terakhir Nani dengan anak tirinya itu. Setelah mendapatkan kabar duka dari suaminya bernama Heru Subagio, Nani langsung bergegas pulang ke Jakarta pada Senin, 13 Agustus 2018 malam. Ia mendapat kabar pada Senin, 13 Agustus 2018 pukul 21.00 WIB.

Nani menceritakan, dirinya sempat menawarkan Adel untuk bersekolah di Solo. Namun Adel menolak dan lebih memilih sekolah di Jakarta.

"Gimana ya, anaknya gak mau, saya sempat bilang sekolah di Solo aja, tapi dia maunya di sini, Jakarta," katanya.

Nani berharap pelaku penusukan anaknya segera ditangkap polisi. Ia juga berharap agar kasus Adel jadi pelajaran bagi para siswa sekolah lainnya agar tidak melakukan tindakan membahayakan yang berujung menghilanglan nyawa orang lain.

Sebelumnya, tawuran antar pelajar terjadi di wilayah Kelurahan Kebonpala, Makassar dan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, jakarta Timur pada Senin, 13 Agustus 2018 sekitar pukul 19.00 WIB. Tawuran itu melibatkan dua sekolah menengah kejuruan, yakni SMK Rahayu Mulyo dan SMK Respati.

Selain korban tewas, Perkelahian itu juga menyebabkan empat pelajar lainnya luka-luka. Mereka yakni Daud Jordan, Yohanes, dan Budi Akbar dari SMK Rahayu Mulyo, dan satu siswa lainnya dari SMK Respati. Keempat korban tersebut kini menjalani perawatan di RS UKI dan RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. 

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500