Dok. Warga berhamburan akibat gempa di Sembalun Bumbung, Lombok Timur, NTB. Foto: Facebook Lalu Onank

Dukun Cabuli Remaja Korban Gempa NTB Saat Berikan Trauma Healing

Estimasi Baca:
Jumat, 3 Ags 2018 14:40:36 WIB

Kriminologi.id - Seorang remaja perempuan berusia 13 tahun mengalami pencabulan oleh seorang dukun ketika melakukan konseling trauma pascagempa bumi di Pulau Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Korban diancam akan dibunuh jika melarikan diri.

Dugaan pencabulan ini tengah ditangani oleh Lembaga Perlindungan Anak NTB. Rencananya, LPA NTB dan Kota Mataram akan berkunjung ke rumah korban, Sabtu, 4 Agustus 2018.

Ketua Divisi Hukum LPA NTB, Joko Jumadi, mengatakan korban mendapatkan pengobatan trauma secara tradisional oleh terapis (dukun) yang ada di desanya. Kejadian tersebut terjadi dua hari setelah gempa besar melanda atau pada 31 Juli 2018.

Ketika melakukan pengobatan, tiba-tiba dukun tersebut diduga memegang bagian vital tubuh korban dengan ancaman akan dibunuh jika melarikan diri.

"Merasa takut ketika pelaku diduga memegang bagian vital tubuh, korban akhirnya nekat melarikan diri, lalu melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya," ucap Joko.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Mataram itu juga meminta Kepolisian Resor Lombok Utara mengusut kasus itu dan memberi sanksi seberat-beratnya kepada terduga pelaku yang tega berbuat asusilas pada korban gempa yang masih anak-anak.

"Pelaku sudah ditahan. Kami minta ada pemberatan karena melakukan dugaan tindak pidana ketika bencana terjadi. Apalagi korbannya masih anak-anak," ujarnya.

Kasus dugaan pencabulan korban gempa bumi yang masih berusia anak-anak di Kabupaten Lombok Utara tersebut mendapat perhatian dari lembaga asing, yakni Yayasan Project Karma Indonesia (YPKI) yang berbasis di Australia.

Organisasi nirlaba tersebut saat ini sedang melaksanakan misi kemanusiaan di desa-desa terdampak gempa bumi, di Kecamatan Sembalun, dan Sambelia di Kabupaten Lombok Timur, serta Kabupaten Lombok Utara.

Gempa bumi berkekuatan 6,4 pada Skala Richter mengguncang Pulau Lombok dan Sumbawa, NTB, pada Minggu, 29 Juli 2018. Tiga kecamatan di Pulau Lombok, mengalami kerusakan terparah, yakni Kecamatan Sembalun, dan Sambelia, di Kabupaten Lombok Timur, dan Bayan di Kabupaten Lombok Utara.

Jumlah korban jiwa akibat bencana alam tersebut sebanyak 17 orang. Lima korban meninggal dunia di Kabupaten Lombok Utara, sedangkan di Kabupaten Lombok Timur sebanyak 12 orang. Sementara korban luka-luka berjumlah 366 orang. AS

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500