Farid, pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur di Jabar, Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Farid Pelaku Pencabulan Anak Sejak SMP Jadi Pemuas Tante Girang

Estimasi Baca:
Minggu, 12 Ags 2018 06:00:15 WIB

Kriminologi.id - Farid (26), pelaku pencabulan siswi SMP di Bandung mengaku ketagihan seks karena sejak muda telah menjadi pemuas tante-tante kesepian. Hal itu dilakukan Farid ketika ia masih berusia 15 tahun dan duduk di bangku kelas 3 SMP.

"Dulu saya diajarin sama temen ibu saya. Lalu saya keterusan dan ketagihan," kata Farid memberi pengakuan, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Berawal dari ajaran teman ibunya itu, Farid pun kepalang basah menjadi seorang gigolo. Tak tanggung-tanggung, yang dilayani Farid adalah para wanita yang usianya jauh di atasnya.

"Sejak itu saya biasa melayani wanita umur 40 tahun," katanya.
 
Pada akhirnya Farid mengandalkan profesi gigolo atau pemuas tante girang sebagai penopang hidupnya. Karena itu ia tak punya pekerjaan tetap alias serabutan.

"Saya jalani apa adanya saja," katanya.

Farid mengaku punya trik untuk mencari wanita-wanita kesepian yang berusia lebih tua dari dirinya itu.

Biasanya ia mendapat order langsung tanpa lewat perantara. Namun adakalanya ia berburu di media sosial.

"Nyari di media sosial, tukeran nomor hp lalu ketemuan," beber Farid.

Untuk lokasi kopdar, Farid mengaku biasanya tergantung dari permintaan klien. 

Bisa di mall, restoran, atau tempat lain yang disepakati. Saat bertemu pun, Farid punya kode khusus.

"Kalau kode saat ketemu biasanya saya kedipkan mata , lalu si tante berjalan menghampiri saya, atau meminta mengikuti tante itu," katanya.

Tentu bukan perkara mudah bertemu dengan para pemakai jasanya itu. Farid wajib tampil rapi dan wangi.

"Biasanya sekali jalan sekitar 1-2 jam. Untuk upah relatif dari 1 juta hingga 3 juta," akunya.

Farid kini mendekam di Mapolda Jawa Barat. Ia terjerat kasus pencabulan anak di bawah umur berinisial GSP (13).

Tak hanya mencabuli, Farid juga merekam adegan pencabulan itu dan menyebarkannya. 

Ia terancam dijerat UU Perlindungan Anak dan UU ITE atas perbuatannya itu.

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500