Ilustrasi perdagangan orang. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Hilang Sejak Bulan Januari, Gadis Bekasi Diduga Dijual ke Papua

Estimasi Baca:
Senin, 30 Apr 2018 18:30:10 WIB

Kriminologi.id - Seorang remaja berusia 16 tahun berinisial WN (16) diduga menjadi korban penjualan manusia atau 'human trafficking' di Nabire, Papua. Selama tiga bulan keluarga berusaha mencari keberadaan WN, setelah mengilang dari rumah pada Januari 2018 lalu.

"Saya bersama teman-teman dan keluarga berhasil mendeteksi keberadaannya di Papua sejak Maret 2018," kata ayah korban, Hendrik (55) yang ditemui di rumahnya Kampung Telukbuyung, Jalan Mayor Oking RT01/01, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, Senin.

Keyakinan keluarga bahwa WN menjadi korban penjualan manusia diketahui setelah adanya pengakuan dari rekan korban berinisial WT (30) yang memberikan laporan kepada Hendrik dan keluarga pada Jumat, 27 April 2018.

"W berhasil pulang ke Bekasi setelah melunasi utangnya ke pelaku. Menurut kabar WT, bahwa WN masih berutang Rp 11 juta," katanya.

Hendrik mengungkapkan, utang tersebut dibebankan oleh pelaku pengiriman korban ke Papua berinisial DW yang dihitung berdasarkan biaya hidup dan ongkos perjalanan sampai ke Papua.

Putri ketiga dari pasangan Hendrik dan Sukaesih (38) itu diketahui saat ini bekerja sebagai pemandu lagu di sebuah tempat karaoke di kawasan Nabire Papua.

"Sampai hari ini kami masih bisa berhubungan dengan WN. Dia ketakutan di sana dan depresi, barusan kakinya juga bengkak dan sering sakit. WN sangat ingin pulang ke Bekasi," katanya.

Dikatakan Hendrik, DW diketahui memberangkatkan tiga korban ke Papua, yakni WN, WT dan AN pada Januari 2018.

"Sekarang yang masih di sana puteri saya dan AN. Kalau WT sudah pulang," katanya.

Upaya Hendrik untuk memulangkan sang anak dilakukan dengan berkoordinasi melalui instansi terkait, di antaranya Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi.

"Saya sudah membuat surat laporan ke Mapolrestro Bekasi Kota pada Minggu, 29 April 2018 malam supaya bisa segera dipulangkan dan ditangkap pelakunya," katanya.

Dalam surat laporan polisi bernomor LP/216/K/IV/2018/SPKT/Restro Bks Kota dilaporkan Weni nekat kabur dari rumahnya setelah dibujuk oleh teman bernama Nopi dan dikenalkan pada pelaku DW.

"Kita juga sedang koordinasi dengan KPAI melalui pengacara kami supaya anak saya bisa segera dipulangkan," katanya."WN ini hilang sejak pekan kedua Januari 2018 dari rumah. Saya bersama teman-teman dan keluarga berhasil mendeteksi keberadaannya di Papua sejak Maret 2018," kata ayah korban, Hendrik (55) yang ditemui di rumahnya Kampung Telukbuyung, Jalan Mayor Oking RT01/01, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, Senin.

Keyakinan keluarga bahwa WN menjadi korban penjualan manusia diketahui setelah adanya pengakuan dari rekan korban berinisial WT (30) yang memberikan laporan kepada Hendrik dan keluarga pada Jumat, 27 April 2018.

"W berhasil pulang ke Bekasi setelah melunasi utangnya ke pelaku. Menurut kabar WT, bahwa WN masih berutang Rp11 juta," katanya.

Dikatakan Hendrik, utang tersebut dibebankan oleh pelaku pengiriman korban ke Papua berinisial DW yang dihitung berdasarkan biaya hidup dan ongkos perjalanan sampai ke Papua.

Putri ketiga dari pasangan Hendrik dan Sukaesih (38) itu diketahui saat ini bekerja sebagai pemandu lagu di sebuah tempat karaoke di kawasan Nabire Papua.

"Sampai hari ini kami masih bisa berhubungan dengan WN. Dia ketakutan di sana dan depresi, barusan kakinya juga bengkak dan sering sakit. WN sangat ingin pulang ke Bekasi," katanya.

Dikatakan Hendrik, DW diketahui memberangkatkan tiga korban ke Papua, yakni WN, WT dan AN pada Januari 2018.

"Sekarang yang masih di sana puteri saya dan AN. Kalau WT sudah pulang," katanya.

Upaya Hendrik untuk memulangkan sang anak dilakukan dengan berkoordinasi melalui instansi terkait, di antaranya Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi.

"Saya sudah membuat surat laporan ke Mapolrestro Bekasi Kota pada Minggu, 29 April 2018 malam supaya bisa segera dipulangkan dan ditangkap pelakunya," katanya.

Dalam surat laporan polisi bernomor LP/216/K/IV/2018/SPKT/Restro Bks Kota dilaporkan Weni nekat kabur dari rumahnya setelah dibujuk oleh teman bernama Nopi dan dikenalkan pada pelaku DW.

"Kita juga sedang koordinasi dengan KPAI melalui pengacara kami supaya anak saya bisa segera dipulangkan," katanya.

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500