Para pelaku tawuran pelajar di Bantargebang, Kota Bekasi, yang tewaskan satu orang. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Indra Permana, Korban Tewas Ternyata Inisiator Tawuran SMK di Bekasi

Estimasi Baca:
Senin, 3 Sep 2018 07:35:34 WIB

Kriminologi.id - Indra Permana, korban tewas akibat tersabet senjata tajam jenis celurit merupakan inisiator atau penggagas tawuran antarpelajar di Bekasi, Jawa Barat. Insiden tawuran antara SMK Karya Bahana Mandiri (KBM) dan SMK Pijar Alam di Jalan Raya Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi mengakibatkan seorang korban tewas yakni Indra Permana dan tiga orang lainnya luka-luka.

Kejadian tawuran bermula saat kedua kelompok bertikai di media sosial. Aksi saling ledek tersebut kemudian diteruskan dengan tawuran yang sudah dijadwalkan kedua kelompok pelajar tersebut.

Pada Rabu, 15 Agustus 2018 kedua kelompok sepakat untuk melakukan tawuran pada Kamis, 16 Agustus 2018 pukul 16.00 WIB. Lokasi tawuran berada di Jalan Raya Sumur Batu yang sepi dengan lalu lintas kendaraan bermotor.

Dalam kejadian itu, siswa SMK KBM bernama Indra Permana tewas. Kepolisian kemudian meringkus lima tersangka bernama Andriyana (18), M Sepriyansyah (15)  Dodi Adriafirin (15), Renaldi Pasha (15) dan M Aldi Saputra (16). 

Kepala Sekolah SMK Pijar Alam, Agus menyampaikan jauh sebelum ditentukanya hari pada saat tawuran, Indra Permana siswa SMK KBM kerap mengajak siswanya bernama Adriyana untuk tawuran. Hampir setiap hari Adriyana selalu dihubungi Indra Permana untuk diajak tawuran namun ajakan selalu ditolak Adriyana dkk. 

"Ya dia (Indra Permana) sempat beberapa kali mengajak tawuran, tapi murid saya nolak terus," kata Agus kepada Kriminologi.id, Minggu, 2 September 2018.

Namun setelah beberapa kali menolak, Adriyana kemudian menerima ajakan tawuran. Adriyana dkk terpaksa menerima ajakan tawuran lantaran panas ketika terus dihubungi Indra.

"Mungkin namanya anak muda, anak didik saya panas terus diterimalah ajakan tawurannya," ujarnya.

Menurut Agus ketika harinya tiba, hanya tujuh orang yang datang ke lokasi tawuran, lima dari pelajar SMK Pijar Alam sementara dua orang yang disebut kepolisian sebagai joki diduga sebagai alumni. Sementara dari SMK KBM terdapat 15 orang lebih.

"Dari tawuran itu Adriyana juga mendapatkan luka di bagian lengannya akibat terkena senjata tajam," kata Agus.

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500