Lokasi tawuran di Jalan Raya Pakalan II, Bekasi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Ini Penampakan Lokasi Tawuran Pelajar SMK di Bantargebang

Estimasi Baca:
Rabu, 29 Ags 2018 23:35:53 WIB

Kriminologi.id - Dua kelompok pelajar dari SMK Karya Bahana Mandiri dan SMK Pijar Alam terlibat tawuran. Dalam kejadian tersebut satu pelajar SMK KBM bernama Indra Permana tewas setelah mendapatkan luka sabetan celurit di bagain kepala, dada dan lengan.

Kedua kelompok tersebut terlibat tawuran di Jalan Raya Pakalan II, yang menghubungkan wilayah Setu Kabupaten Bekasi dengan Bantargebang Kota Bekasi. Jalan tersebut terbilang ramai dilalui kendaraan truk besar pengangkut sampah asal DKI Jakarta.

Lokasi tersebut juga tidak jauh dari kantor Polsubsektor Sumur Batu dan kantor Kecamatan Sumur Batu yang berjarak 800 meter. Di lokasi yang jauh dari rumah penduduk itu juga terdapat tanah lapang dengan dua warung yang sudah kosong.

Diduga lokasi itu dipilih dua kelompok pelajar yang akan melakukan tawuran karena jarak yang cukup jauh dari masing-masing sekolah. Dari SMK Pijar Alam jarak ke lokasi sekitar 14 kilometer sementara dari SMK KBM berjarak 5 kilometer.

Dari keterangan warga sekitar bernama Jamal sebelum tawuran terjadi memang terdapat 20-an pelajar yang berkumpul datang dari arah Kampung Setu, Kabupaten Bekasi. Ia sempat mencurigai bakal terjadi tawuran, lantaran lokasi tersebut tidak pernah menjadi lokasi tawuran.

"Kan itu lokasi jauh dari rumah penduduk, paling dekat cuma gedung PT. Sisanya kiri kanan kebon sama tanah lapang. Pas kumpul sempat curiga karena jarang ada tawuran di sini," kata Jamal di lokasi, Rabu, 28 Agustus 2018.

Kecurigaan Jamal ternyata benar adanya. Ia melihat sekitar tujuh pelajar dengan menggunakan sepeda motor dari arah Kantor Polsubsektor Sumur Batu datang kemudian turun sambil membawa senjata tajam jenis celurit.

"Ada lima orang lawan 15 orang lah. Yang 15 orang ini kalah tapi, ada yang kena bacok satu langsung dibawa ke Rumah Sakit. Abis bacok langsung kabur pakai motor," kata Jamal.

Lokasi tawuran di Jalan Raya Pakalan II, Bekasi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id
Lokasi tawuran di Jalan Raya Pakalan II, Bekasi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Usai tawuran yang terjadi kurang dari 5 menit itu, para pelajar langsung membubarkan diri. Dalam kejadian itu tiga pelajar dari  SMK KBM terluka. Salah satunya bernama Indra tewas dengan luka sabetan di bagian dada, lengan dan kepala.

Kejadian tawuran berawal saat kedua kelompok bertikai di media sosial. Aksi saling ledek tersebut kemudian diteruskan dengan dijadwalkannya aksi tawuran yang akan dilakukan kedua kelompok pelajar tersebut.

Pada Rabu, 15 Agustus 2018 atas campur tangan para alumni kedua kelompok sepakat untuk melakukann tawuran pada Kamis, 16 Agustus 2018 pukul 16.00 WIB, lokasi tawuran yaitu berada di Jalan Raya Pangkala II.

Kedua kelompok kemudian melakukan aksi saling serang. Pelajar dari SMK Pijar Alam yang berjumlah lima orang datang dan langsung menantang 15 pelajar SMK KBM.

Meski kalah jumlah, lima pelajar SMK Pijar Alam malah memukul mundur kelompok SMK KBM. Bahkan satu pelajar bernama Indra Permana yang jatuh saat dikejar para pelaku tewas di tempat setelah sabetan celurit mengenai kepala, dada dan lengan.

Kepolisian menetapkan lima tersangka tawuran bernama Andriyana (18), M Sepriyansyah (15) Dodi Adriafirin (15), Renaldi Pasha (15) dan M Aldi Saputra (16) yang ditangkap di beberapa lokasi berbeda, pada Minggu, 26 Agustus 2018.

Lima tersangka masing-masing mempunyai peran berbeda ketika menganiaya korban yang berujung kematian. M Sepriansyah menyabetkan celurit ke lengan korban. M Aldi Saputr menyabetkan celurit ke dada. Adriyana menyabetkan celurit ke kepala korbam. Sementara sisianya hanya memukuli dan menendang korban.

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500