Kapolres Bogor Kota Ulung Sampurna Jaya (16/07/2018). Foto: Tribratanews

Kapolres Bogor Tak Tidur Semalaman Usai Siswa SMK Tewas Dianiaya

Estimasi Baca:
Senin, 16 Jul 2018 18:05:55 WIB

Kriminologi.id - Kepala Kepolisian Resor Bogor Kota Kombes (Pol) Ulung Sampurna Jaya tak tidur semalaman karena kasus pembacokan yang menewaskan seorang siswa usai nonton bareng Piala Dunia 2018, Minggu, 15 Juli 2018. Aksi pembacokan itu terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor, Jawa Barat.

Demikian diutarakan Wali Kota Bogor, Bima Arya, usai mendatangi Mapolres Bogor Kota bersama Kepala Dinas Pendidikan, Fahrudin, dan Dalops Satpol PP. 
 
"Kejadian ini jadi perhatian bersama, jajaran Polresta juga intens melakukan investigasi, bahkan Kapolresta belum tidur sejak semalam," kata Bima.

RIF siswa salah satu SMK Swasta mengalami tewas dengan luka bacok setelah mendapatkan perawatan di RS PMI Kota Bogor.

Bima memberikan catatan tebal terkait peristiwa yang terjadi di wilayahnya itu bukan kasus begal seperti yang ramai diberitkanan. Akan tetapi, kata Bima, ini pertemuan dua kelompok di jalanan yang terjadi secara spontan. 

"Catatannya ini bukan pembegalan, seperti yang diberitakan. Tapi pertemuan dua kelompok di jalan, secara spontan ada kontak fisik," kata Bima.

Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan pihaknya telah memerintahkan tim Reskrim untuk mengungkap kasus ini. 

Kasus kekerasan jalanan terjadi Minggu, 15 Juli 2018 dini hari, RIF pelajar dari salah satu SMK Swasta mengalami luka bacok hingga dilarikan ke RS PMI Kota Bogor. Kondisi luka sabetan senjata tajam cukup parah dialami korban, hingga Minggu sore korban menghembuskan nafas terakhir.

Siswa warga Cimahpar, itu saat kejadian baru pulang dari nonton bareng final Piala Dunia di kawasan Bogor Permai. 

Menurut Ulung, tidak ada barang milik korban yang dicuri saat kejadian, sehingga tidak termasuk kategori kejahatan begal seperti yang ramai diberitakan media.

"Menurut keterangan dari saksi bukan begal, kejadian ada beberapa orang yang terlibat perkelahian, korban bersama rekan-rekannya tujuh motor, lawannya tujuh orang (pelaku-red)," kata Ulung.

Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500