Para pelaku tawuran pelajar di Bantargebang, Kota Bekasi, yang tewaskan satu orang. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Kapolsek Bantargebang: Penyerang SMK Pijar Alam Bukan Pelajar SMK KBM

Estimasi Baca:
Minggu, 2 Sep 2018 17:05:04 WIB

Kriminologi.id - Kapolsek Bantargebang, Kompol Siswo mengatakan para pelaku penyerangan gedung SMK Pijar Alam bukan berasal dari siswa SMK Karya Bahana Mandiri atau KBM.

"Kami sudah mintai keterangan dari pihak sekolah KBM dan ternyata pada jam penyerangan siswa masih berada di sekolah," kata Siswo kepada Kriminologi.id, Minggu, 2 September 2018.

Menurut Siswo pelaku penyerangan terhadap gedung SMK Pijar Alam belum diketahui karena para pelaku menggunkan pakaian bebas saat itu.

"Mereka pakai pakaian bebas, jadi tidak diketahui dari sekolah mana," kata Siswo.

Sebelumnya diberitakan puluhan pelajar diduga dari SMK KBM melakukan pengerusakan ke gedung SMK Pijar Alam, Senin, 20 Agustus 2018 pukul 12.00 WIB. 

Penyerangan tersebut buntut dari tewasnya Indra Permana siswa SMK KBM ketika tawuran terjadi pada Kamis, 16 Agustus 2018.

Kepala SMK Pijar Alam, Agus menceritakan, penyerangan terjadi pukul 12.40 WIB saat puluhan pelajar yang berboncengan sepeda motor tiba-tiba langsung melempari bagaian depan gedung sekolah dengan menggunakan batu dan petasan ke arah gedung. 

"Iya pada Senin sekolah diserang oleh puluhan pelajar dengan menggunakan batu dan petasan. Akibatnya kaca gedung bagian depan hancur terkena lemparan batu," kata Agus.

Penyerangan tersebut berlangsung secara singkat lantaran puluhan pelajar tersebut diusir warga sekitar yang kesal dengan ulah para pelajar tersebut.

Pihak SMK Pijar Alam tidak mengetahui alasan puluhan pelajar diduga dari SMK KBM melakukan penyerangan terhadap gedung SMK Pijar Alam. Namun setelah diselidiki ternyata dirinya baru mengetahui anak didiknya terlibat tawuran dengan SMK KBM.

"Setelah kejadian itu kami baru tahu ada kejadian itu (tawuran) yang membuat satu orang tewas dari SMK KBM, kami langsung cari tahu siapa saja yang terlibat saat itu," kata Agus.

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500