Ilustrasi tawuran. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Kasus ABH, Pakar: Siswa Tak Paham Bawa Gesper Gir Hukumannya 7 Tahun

Estimasi Baca:
Jumat, 27 Jul 2018 15:15:19 WIB

Kriminologi.id - Tren meningkat kasus anak berhadapan dengan hukum atau ABH di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah setiap tahunnya ini disebabkan ketidakpahaman anak terhadap perbuatan apa saja yang melanggar hukum. 

Seperti siswa sekolah tidak paham kalau membawa gesper gir yang kerap digunakan dalam tawuran pelajar itu mendapat ancaman hukuman tujuh tahun penjara, kata Pekerja Sosial atau Peksos PLKSAI Klaten, Nur Sukri, Jumat, 27 Juli 2018. 

"Penggunaan senjata tajam, berkelahi membawa gir bisa mendapatkan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," katanya.

Nur merinci tren kenaikan kasus ABH, yakni tahun 2015 sebanyak 50 kasus. Setahun kemudian, angka itu meningkat dua kali lipat lebih hingga mencapai 105 kasus. 

Pada tahun 2017 angka itu kembali naik tipis menjadi 138 kasus.

"Pada Januari hingga Juli  2018 ini  kita sudah  melakukan pendampingan terhadap ABH sebanyak 90 anak. Mulai dari latarbelakang perkelahian, pemerasan hingga pencurian. Ada juga mereka yang terlibat dengan peredaran narkoba hingga korban perebutan hak asuh anak," ujar Nur Sakri di Klaten, Jumat, 27 Juli 2018.

Ia menjelaskan, keterlibatan anak berhadapan dengan hukum menunjukan tren kenaikan karena sejumlah faktor. Salah satunya ketidakpahaman anak terkait apa yang dilakukan termasuk pelanggaran hukum.

Sukri menilai, tingkat kesadaran warga Klaten untuk melaporkan keterlibatan anak pada bidang hukum ke Pekerja Sosial juga mengalami peningkatan. Hal ini menjadikan pekerja sosial terus melakukan pendampingan di setiap tahapan hukum.

Tren ABH  ini juga dipengaruhi sistem peradilan kita yang sudah berjalan dengan baik. Jika ada anak-anak yang sebenarnya terlibat dalam kasus itu baik sebagai saksi, pelaku maupun korban, pasti akan ditanyakan laporan sosialnya.

Hal ini menjadikan ABH di Klaten terus dipantau.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500