Ilustrasi: Media Sosial. Foto: Pixabay

Kejati DKI Segera Diversi Kasus Remaja Penghina Jokowi

Estimasi Baca:
Jumat, 27 Jul 2018 09:57:22 WIB

Kriminologi.id - Berkas penyidikan remaja berusia 16 tahun berinisial RJT yang terjerat kasus penghinaan Presiden RI, Joko Widodo telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta oleh penyidik Polda Metro Jaya. Penuntut umum akan melakukan diversi terkait kasus itu.

Diversi merupakan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. RJT diduga menghina Joko Widodo melalui video berdurasi 19 detik.

“Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah menerima penyerahan anak yang berkonflik dengan hukum, RJT berikut barang bukti dari pihak penyidik Polda Metro Jaya pada hari Selasa, 24 Juli 2018 di Kejaksaan Negeri Jakarta Barat,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi di Jakarta, pada Jumat, 27 Juli 2018.

Selain berkas penyidikan, kata Nirwan, pihaknya juga telah mengamankan barang bukti yang diajukan dalam kasus ini.

Bukti tersebut antara lain berupa 1 bundel Capture IG @jojo_is my name dan 1 flash disk merek Vandisk yang berisi Capture IG @jojo_is my name. Lalu video yang terdapat di IG tersebut dan Youtube; dan beberapa unit telepon seluler.

Nirwan mengatakan, penyerahan tahap kedua ini adalah sebagai tindak lanjut dari pihak penyidik Polda Metro Jaya atas penerbitan surat pemberitahuan hasil penyidikan (SPHP) atas nama tersangka RJT tanggal 7 Juni 2018 dari Kejati DKI Jakarta.

Tersangka RJT diduga melakukan tindak pidana Pasal 45 Ayat (4) juncto Pasal 27 Ayat (4) UU ITE atau Pasal 336 KUHP terkait dengan sangkaan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik kepada Presiden.

"Bahwa setelah diterimanya anak yang berkonflik dengan hukum RJT oleh pihak Kejati DKI Jakarta, sebelum perkaranya dilimpahkan ke pengadilan, penuntut umum akan melaksanakan diversi sebagaimana amanat dalam ketentuan Pasal 42 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak," kata Nirwan. AS

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500