Kisah AJ, Korban Persekusi Hanya Berani Intip Jendela Selama 4 Hari

Estimasi Baca :

Rekaman CCTV persekusi dua bocah di Bekasi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Rekaman CCTV persekusi dua bocah di Bekasi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id
"Baru Kamis kemarin baru keluar, sekarang juga udah berani keluar, tapi di sekitaran rumah, paling di depan rumah jalan keluar gak lebih dari 100 meter anak saya keluar," kata ayah korban.

Kriminologi.id - Korban persekusi Bekasi, AJ (13) warga Kampung Rawa Bambu Besar, Bekasi, meminta kepada kedua orang tuanya untuk pindah sekolah di kampung halamannya di Pekalongan, Jawa Tengah karena malu. Sebelumnya, bahkan AJ tak berani untuk turun dari lantai dua rumahnya selama empat hari dan hanya berani mengintip dari balik jendela.

Krimonologi.id mendatangi rumah keluarga AJ di Kaliabang Bungur, Harapan Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 15 April 2018. Rumah keluarga AJ yang bercat oranye dan berlantai dua, terletak di sebuah gang sempit.

Usai peristiwa persekusi itu, hari-hari AJ hanya dihabiskan di lantai dua rumahnya, karena menurut kedua orang tuanya, AJ sungkan keluar rumah karena malu.

Ayah AJ bernama Sudirman yang berkerja disebuah pabrik konveksi di kawasan Cakung, Jakarta Timur, sudah tinggal di rumah tersebut sejak puluhan tahun. 

Menurutnya, AJ hanya sesekali mengintip dari balik jendela kamarnya untuk melihat situasi di luar rumah. Bahkan untuk makan, ibunda AJ sempat mengeluh karena untuk naik ke lantai dua dirinya harus menaiki tangga kayu curam yang terletak di luar rumah.

"Pas abis kejadian itu gak mau namanya keluar, makan sampe harus diambilin sama saya" kata Sudirman, Minggu, 15 April 2018.

Empat hari lamanya, AJ enggan menampakan diri di hadapan warga dan lingkungan sekolahnya. Hal itu terjadi karena AJ malu untuk keluar apa lagi untuk bersekolah, karena informasi dirinya yang dipesekusi sudah menyebar ke sekolah.

"Baru Kamis kemarin baru keluar, sekarang juga udah berani keluar, tapi di sekitaran rumah, paling di depan rumah jalan keluar gak lebih dari 100 meter anak saya keluar," kata Sudirman.

Meski keadaan anaknya mulai membaik, tapi kedua orang tua AJ bingung karena anaknya meminta pindah sekolah ke Jawa, tempat kampung halaman Sudirman di Pekalongan.

"Ini anak gak mau sekolah katanya malu, dia minta pindah ke Jawa, gak mau di sini lagi," ujar Sudirman.

Meski anaknya meminta pindah sekolah, Sudirman belum menuruti keiinginan anaknya tersebut. Sudirman berharap anaknya menyelesaikan ujian dilebih dulu sekolahnya.

"Kemarin dari KPAI bilang kalau bisa sekolah dulu, banti diberi pengertian ke pihak sekolah, KPAI juga akan bantu, tapi anak saya sepertinya gak mau dia malu," ucap Sudirman.

Kini Sudirman bingung harus berbuat apa untuk mengembalikan kepercayaan diri AJ yang dari dahulu memang suka sekali keluar rumah untuk bermain bersama rekanya yang kebanyakan berbeda RT.

"Gak tau harus gimana untuk balikin kepercayaan diri anak saya, katanya KPAI mau bantu buat balikin AJ," katanya.

Sebelumnya dua anak yang masih berusia 13 tahun berinsial HK dan AJ diduga melakukan pencurian sweater milik Alim yang sedang dijemur di depan rumahnya yang berada di Kampung Bambu Besar, Harapan Jaya, Kota Bekasi.

Aksi HK dan AJ ternyata pemilik rumah. keduanya mencoba melarikan dri namun berhasil ditangkap. Saat ditangkap keduanya ditelanjangi ketika dibawa ke rumah orang tuanya yang berjarak 1 kilometer lebih. Tak hanya itu keduanya juga dianiaya oleh sejumlah orang. AS

Baca Selengkapnya

Home Renata Remaja Kisah AJ, Korban Persekusi Hanya Berani Intip Jendela Selama 4 Hari

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu