barang bukti saat rilis kasus prostitusi Online Kalibata City. Foto: Erwin Maulana/Kriminologi.id

KPAI Tuding Polisi Tidak Serius Usut Prostitusi Anak di Kalibata City

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 21:15:20 WIB

Kriminologi.id - Komisioner Bidang Trafficking dan Eksploitasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Ai Maryati Solihah menuding polisi tidak serius menangani kasus yang melibatkan anak sebagai korban prostitusi. Hal itu terkait terbongkarnya kasus prostitusi yang beberapa korbannya anak di bawah umur di apartemen Kalibata City.

"Undang-undang kan ada di polisi, mereka bisa saja berinisiatif melakukan penindakan, misalnya penggerebekan. Kami sudah memberi masukan dan menyampaikan hasil laporan kami. Ini sudah 2018, awas saja kalau tidak bertindak, kami sudah menemukan setidaknya empat kali peristiwa serupa, dan ini yang kelima," ujarnya di markas Polda Metro Jaya, Rabu, 8 Agustus 2018.

Ai menambahkan, pihaknya melihat kepolisian masih tidak serius ketika menangani anak-anak yang terlibat prosritusi di apartemen Kalibata City.

"Kami juga melihat polisi menindak tapi ya begitu. Anak-anak ditindak terus langsung pulangin, selesai. Setelah diproses secara hukum, ya sudah dipulangkan lagi. Ada sih rehabilitasi, cuma kami ingin agar ada sistemnya dulu. Saya ingin mendirikan sistem yang jelas agar Apartemen Kalibata City menjadi perhatian serius dari pihak Kepolisian. 13 ketua RT sekitar juga sudah meminta dibangun pos polisi di sana," katanya.

Ai menambahkan, pihaknya juga tidak segan-segan membicarakan pengawasan apartemen oleh setiap instansi terkait, termasuk mempertemukan antara pihak KPAI, kepolisian dan Dinas PU Pera.

"Apakah apartemen bisa diawasi pemerintah?, ternyata tidak bisa, karena yang bisa diawasi oleh pemerintah itu hanya rumah susun yang dibangun mereka. Maka dari itu, setiap pihak akan kami undang untuk membahas hal tersebut, termasuk mengundang Dinas PU Pera. Akan kami bicarakan juga masalah kategorisasi apartemen. Apakah bisa diawasi pemerintah. Tapi, ketika kami mengundang setiap stakeholder pada beberapa waktu kemarin, justru pihak Polres Jakarta Selatan dan pihak pengelola apartemen tidak memenuhi undangan kami," ujarnya.

Ai juga menyampaikan, selama ini pihaknya berusaha mengusut keberadaan praktik prostitusi di apartemen Kalibata City. Selama itu pula, ia menambahkan, pihak pengelola kerap melakukan resistensi.

"Ya (ada resistensi). Selama ini tidak ada yang bisa masuk ke sana atau kumpul-kumpul seperti membentuk posyandu, karena dibubarin sama pengelola. Anak-anak yang mau disuntik saja dilarikannya justru ke Puskesmas," katanya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak lima anak perempuan dilibatkan dalam praktik prostitusi online di apartemen Kalibata City pada Kamis, 2 Agustus 2018. Kelima anak tersebut diarahkan tiga orang dewasa yang berperan sebagai mucikari online dan penyedia properti atau unit apartemen yang ada di Kalibata City untuk dijadikan lokasi pemuas nafsu birahi.

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500