Ika Dewi Ratnawati (44) dan Novi (22) tersangka penjualan orang atau tindak pidana perdagangan orang ke Nabire, Papua. Korbannya tak lain adalah WN, remaja asal Bekasi, Jawa Barat,, Foto: Kriminologi.id/Rahmat Kurnia

Kronologi Remaja Bekasi Dijual ke Papua, Diam-diam Curi Ijazah SMP

Estimasi Baca:
Rabu, 2 Mei 2018 19:05:55 WIB

Kriminologi.id - Polres Metro Bekasi Kota menetapkan Ika Dewi Ratnawati (44) dan Novi (22) sebagai tersangka penjualan orang atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke Nabire, Papua. Korbannya tak lain adalah WN, remaja asal Bekasi, Jawa Barat yang diduga dijadikan pemandu lagu di tempat hiburan malam di Nabire.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Jarius Saragih mengatakan kedua pelaku mempunyai peran berbeda ketika merekrut korban. Ika Dewi sebagai penyalur, sementara Novi sebagai perekrut.

Awalnya Ika Dewi menyuruh Novi mencarikan wanita yang ingin dipekerjakan sebagai pemandu lagu. Jika berhasil, ia akan duit Rp 500 ribu. Mendapat tawaran itu, Novi langsung menghubungi WN untuk bekerja di Nabire. Novi sendiri sudah mengenal WN sejak lama dan mengetahui jika remaja berusia 16 tahun itu sangat membutuhkan pekerjaan.

"Tersangka ID dia sebagai penyalur dan NY dia sebagai pencari korban, kalau dapat NY diberi upah sebesar Rp 500 ribu," kata Saragih di Polrestro Bekasi Kota, Kamis, 2 Mei 2018.

Tawaran Novi ternyata disambut korban. Selanjutnya Novi membawa WN ke rumah milik Ika di Warung Jaka, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Sebelum berangkat, Ika terlebih dahulu memberitahu jenis pekerjaan yang dikerjakan oleh korban di Nabire nantinya.

"Korban sudah dikasih tahu kerjanya sebagai pemandu lagu, mungkin karena gajihnya besar korban mau saja kerja di sana," katanya.

Di depan Ika, WN menyatakan keseriusannya untuk bekerja. Ia kemudian diminta untuk mempersiapkan izazah dan surat lamaran. WN kemudian mengambil ijazah SMP di kamar orang tuanya di Teluk Buyung, Bekasi Utara secara diam-diam.

"Korban akhirnya berangkat ke Papua meluli Bandara Soekarno Hatta. sekitar bulan Februari 2018, tanpa sepengetahuan orang tuanya," kata Saragih.

Dari pengakuan tersangka kata Saragih, pelaku sudah memberangkatkan tiga orang korbannya yang tinggal di Kota Bekasi untuk bekerja sebagai pemandu lagu.

"Sudah ada tiga korban yang berangkatkan ke Papua oleh pelaku, saat ini baru dua yang sudah pulang, satu WN masih berada di Papua," katanya.

Kasus ini terungkap setelah Hendrik dan keluarganya mendapat pengakuan dari rekan korban berinisial WT pada Jumat, 27 April 2018. Wanita berusia 30 itu mengaku berhasil pulang ke Bekasi setelah melunasi utangnya ke pelaku. Menurut kabar WT, bahwa WN masih berutang Rp 11 juta.

Hendrik mengungkapkan, utang tersebut dibebankan oleh pelaku pengiriman korban ke Papua yang dihitung berdasarkan biaya hidup dan ongkos perjalanan sampai ke Papua.

Setelah mendapat laporan Hendrik, Ika Dewi dan Novi kemudian ditangkap rumahnya masing-masing di daerah Warung Jaka, Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Senin, 30 April 2018 malam.

Kedua pelaku dikenakan Pasal 2 dan Pasal 6 UU RI No 21 Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pasal 88 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. MG

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500