Ilustrasi Pemerkosaan. Ilustrasi: Kriminologi.id

Mahasiswi RI Diperkosa di Belanda, Diserang hingga Tak Sadarkan Diri

Estimasi Baca:
Senin, 23 Jul 2018 19:05:09 WIB

Kriminologi.id - Seorang mahasiswi Indonesia menjadi korban pemerkosaan di Rotterdam, Belanda. Korban sempat diserang hingga tak sadarkan diri sebelum akhirnya diperkosa pelaku.

"Benar adanya kejadian (pemerkosaan) sebagaimana diberitakan tersebut," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal melalui pesan singkat kepada media di Jakarta, Senin, 23 Juli 2018.

Iqbal mengatakan, kasus itu sedang dalam pantauan KBRI Den Haag. Tim perlindungan WNI telah berada di lokasi untuk mendampingi korban. 

Pemerkosaan yang dialami WNI tersebut dilaporkan Nederlandse Omroep Stichting (NOS), salah satu organisasi penyiaran publik Belanda pada Minggu, 22 Juli 2018. Sementara pemerkosaan itu terjadi sehari sebelumnya, Sabtu, 21 Juli 2018

Merujuk pada laporan NOS, korban pemerkosaan adalah mahasiswi asal Indonesia yang sedang menjalani program pertukaran di Erasmus University.

Korban mengaku pada penduduk setempat bahwa ia telah diikuti oleh seorang pria tak dikenal dari Avenue Concordia, dalam perjalanannya menggunakan sepeda dari Stasiun Pusat Rotterdam ke rumahnya di Herman Bavinck-straat.

Perempuan muda tersebut, sekitar pukul 05.30 pagi waktu setempat telah sampai di depan rumahnya, dan tidak lama setelah mengunci sepedanya di jalan dekat rumah, dia diserang hingga tidak sadarkan diri kemudian diperkosa.

Akibat kejadian tersebut, dia terluka parah dan segera dilarikan ke rumah sakit oleh penduduk sekitar.

Polisi segera melakukan penyelidikan atas kasus ini dengan memeriksa rute yang dilalui korban dan kamera keamanan yang terpasang di sepanjang jalan tersebut.

Menurut polisi, pelaku diduga berusia 20-an tahun, mengenakan jaket berwarna gelap dan menaiki sepeda berwarna gelap.

Iqbal memastikan bahwa KBRI Den Haag akan terus memberikan pendampingan dan berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk menangani kasus ini.

"Keluarga meminta diberikan privasi dalam kasus ini. Sesuai SOP Kemlu, kami harus menjaga identitas korban," kata Iqbal.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500