Ilustrasi maling motor. Foto: Kriminologi.id

Maling Jadikan Warnet Tempat Sembunyi, Ditangkap Saat Tukar Plat Motor

Estimasi Baca:
Rabu, 4 Jul 2018 17:35:17 WIB

Kriminologi.id - Kawanan maling motor berjumlah tiga pelaku ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polrestra Bekasi Kota, Jawa Barat. Ketiga pelaku masing-masing berinisial NU, MA dan Mi menjadikan warnet sebagai tempat persembunyian. Mereka baru ditangkap saat hendak menukar plat nomor sepeda motor curiannya.

“Pelakunya ada tiga orang yang kita bekuk atas hasil laporan masyarakat di saat mereka sedang menukar plat nomor motor curian,” kata Wakapolrestra Bekasi Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi Widjonarko di Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu, 4 Juli 2018.

Widjonarko mengungkapkan, saat diperiksa polisi ketiga pelaku pencurian tersebut ternyata rata-rata masih berstatus pelajar. Kawanan tersebut ditangkap tanpa perlawanan di salah satu warnet di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jakarta pada Senin, 2 Juli 2018.

“Mereka sengaja mengganti plat nomor motor curiannya untuk menghilangkan jejak. Namun kita telah lebih dulu mendeteksi," katanya. 

Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya dua unit sepeda motor keluaran pabrikan Yamaha, dua unit motor pabrikan Honda jenis CBR dan tiga motor matik. 

Kepada polisi, Widjonarko menambahkan, NU dan komplotannya telah sepuluh kali beraksi di wilayah Kota Bekasi. Biasanya, mereka mengincar motor yang terparkir tanpa pengamanan ganda.

"Kita juga sita alat bukti berupa kunci T yang biasa dipakai pemetik untuk membawa kabur kendaraan hasil curiannya," katanya.

Widjonarko juga tengah mengembangkan kasus tersebut untuk mencari sejumlah motor hasil curian lainnya yang diduga telah diperdagangkan pelaku kepada penadah.

"Kita sudah infokan kepada pemilik dari kendaraan curian tersebut untuk mengambil barangnya di Mapolrestra Bekasi Kota dengan menunjukan surat-surat resmi tanpa ada biaya apapun," katanya. 

Sementara itu, terhadap para pelaku polisi mendakwanya dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara selama 7 tahun. 

Penulis: Tito Dirhantoro
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500