Ilustrasi pencabulan, Foto: Pixabay

Murid Laporkan Mantan Guru Terkait Asusila, Tak Terbukti di 3 Polres

Estimasi Baca:
Rabu, 22 Ags 2018 12:45:12 WIB

Kriminologi.id - Seorang mantan guru di salah satu sekolah di Ngawi, Jawa Timur, meminta perlindungan hukum kepada Kepolisian Daerah Jawa Timur. Hal itu dilakukan Siswanto terkait laporan salah satu muridnya ke sejumlah Polres atas tindakan asusila yang menurutnya tidak terbukti. 

Menurut Siswanto dirinya saat ini Polres Ngawi menetapkan dirinya sebagai tersangka atas tuduhan perbuatan asusila terhadap salah satu murid perempuannya, di hotel kawasan wisata Sarangan, Magetan, pada 2015.

Namun Siswanto mengaku tidak pernah melakukan tuduhan tersebut. Menurutnya hal itu justu bentuk upaya kriminalisasi terhadap dirinya.

"Saya minta perlindungan hukum, dalam arti jangan asal lapor tanpa ada bukti yang nyata, tanpa bukti dan saksi yang benar," kata Siswanto, Selasa, 21 Agustus 2018.

Siswanto berharap aparat Polda Jatimdapat mengusut tuntas dugaan kriminalisasi terhadap dirinya tersebut. Siswanto mendatangi Bidang Propam Polda Jawa Timur untuk menyampaikan pengaduan tersebut.

Menurut Siswanto dirinya mencurigai ada oknum di balik pelaporan tersebut. Karena menurutnya, laporan yang sama pernah dilakukan mantan muridnya itu sejumlah Polres, namun tidak terbukti. 

Siswanto menjelaskan, dirinya pernah dilaporkan ke Polres Ngawi dan laporan itu tidak terbukti. Kemudian dia juga dilaporkan ke Polres Magetan dan hasilnya juga tidak terbukti. Tak hanya itu, Siswanto juga mengaku dilaporkan ke Polres Bantul, Yogyakarta. 

"Di Yogya tidak terbukti, dilaporkan lagi ke Ngawi," tuturnya. 

Terakhir di Polres Ngawi inilah kemudian ia ditetapkan sebagai tersangka, padahal Siswanto mengaku perbuatan itu tidak pernah dilakukan.

Kejanggalan lain menurut pria asal Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi tersebut, yang patut dipertanyakan, adalah bukti visum yang turut disertakan saat pengungkapan kasus oleh Polres Ngawi.

Waktu pengambilan visum dilakukan pada bulan lalu, padahal peristiwa dalam laporan itu terjadi pada tahun 2015.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500