Ilustrasi Pengeroyokan. Ilustrasi: Kriminologi.id

Pelajar Dibacoki di Tengah Jalan Usai Pulang Sekolah, 2 Tewas

Estimasi Baca:
Kamis, 19 Apr 2018 13:05:43 WIB
Tiga pelajar usai pulang sekolah menjadi korban pengeroyokan pakai senjata tajam oleh sekelompok orang tak dikenal. Dua di antaranya tewas.

Kriminologi.id - Sebanyak tiga pelajar yang bersekolah di SMK Wiyata Kharisma yang terletak di Kemang, Bogor, Jawa Barat, menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang tak dikenal. Menjadi bulan-bulanan, ketiganya dibacoki di pinggir jalan. Dari tiga pelajar yang menjadi korban penganiayaan, dua di antaranya harus meregang nyawa. 

Kapolsek Kemang, Komisaris Ade Yusuf, mengatakan peristiwa pengeroyokan hingga memakan korban jiwa itu terjadi pada Rabu siang, 18 April 2018. Ketiga pelajar yang menjadi korban pengeroyokan yakni M Ridwan Ogi Alamsyah, Fikri Fahrian Nazib dan Bastian Sugiarto. Semua korban masih berusia 18 tahun. 

“Pelaku melakukan pengeroyokan dengan cara membacok korban M Ridwan Ogi Alamsyah. Ia menderita luka di bagian dada sebelah kiri dan punggung. Sedangkan korban Fiki Fahrian menderita luka bacok di kepala sebelah kanan. Usai membacok, pelaku melarikan diri,” kata Ade Yusuf di Kemang, Bogor, Jawa Barat. 

Ade menjelaskan, peristiwa pengeroyokan hingga memakan korban jiwa itu bermula ketika para korban setelah pulang dari sekolah berboncengan bertiga mengunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam. Baru sekitar 1,5 kilometer, di tengah jalan motor yang ditumpangi mereka tiba-tina disalip oleh enam pelaku yang mengendarai dua sepeda motor tanpa plat nomor.

Para pelaku yang memepet ketiga korban akhirnya memberhenti laju motor yang ditumpangi para korban. Merasa dalam bahaya, ketiga korban sempat lari. Namun nahas, mereka dikejar oleh para pelaku hingga tertangkap. Saat itulah, keenam pelaku secara membabi buta membacok para korban di tengah jalan. 

Takut terkena sasaran, warga yang mengetahui kejadian penganiayaan itu tak berani melerainya. Warga hanya bisa menyaksikan ketiga pelajar nahas itu dibacoki silih berganti oleh keenam pelaku menggunakan celurit. Usai menjadi dibacoki, kedua korban yang mengalami luka cukup parah, yakni Ridwan dan Fiki akhirnya meninggal dunia di RS Dompet Dhuafa Kemang.

“Guna keperluan penyilidikan, kedua jenasah dibawa ke RS Polri Soekamto Keramatjati, Jakarta Timur untuk dilakukan outopsi,” ujar Ade Yusuf.

Penulis: Tito Dirhantoro
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500